Sabtu, 31 Januari 2026, mahasiswa KKN Kupang Teba 2 melaksanakan program sosialisasi bullying bagi siswa kelas 3 dan 4 di SD Negeri 1 Kupang Teba. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sejak dini mengenai apa itu bullying, berbagai bentuk bullying, serta dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun lingkungan sekitar.
Sosialisasi dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan pembukaan dan pemaparan materi menggunakan media presentasi yang telah dipersiapkan sebelumnya. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan anak-anak, sehingga mudah dipahami oleh peserta. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video edukatif yang kemudian disimpulkan bersama untuk memperkuat pemahaman siswa mengenai perilaku bullying dan pentingnya saling menghargai.
Untuk meningkatkan partisipasi siswa, mahasiswa membuka sesi tanya jawab yang disambut dengan antusias oleh peserta. Siswa yang aktif bertanya maupun menjawab pertanyaan diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama mahasiswa KKN, ice breaking singkat untuk mencairkan suasana, serta kegiatan papan ungkapan. Melalui papan ungkapan ini, siswa menuliskan pendapat, perasaan, maupun pengalaman pribadi mereka terkait bullying, baik sebagai korban maupun sebagai pelaku. Kegiatan ini menjadi ruang aman bagi siswa untuk mengekspresikan perasaan yang selama ini jarang disampaikan secara terbuka.
Kegiatan sosialisasi ditutup pada pukul 09.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama menggunakan frame bertema “Stop Bullying” yang telah disiapkan oleh mahasiswa. Dokumentasi tersebut direncanakan akan dijadikan konten edukasi dan diunggah ke media sosial KKN Kupang Teba 2 sebagai bentuk kampanye lanjutan. Meskipun pelaksanaan kegiatan sempat menghadapi tantangan dalam mengatur siswa sekolah dasar yang jumlahnya cukup banyak dalam satu ruang kelas gabungan, kegiatan tetap berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN berharap siswa dapat lebih memahami dampak buruk bullying serta menumbuhkan sikap saling menghormati, empati, dan keberanian untuk berbicara apabila mengalami atau melihat tindakan bullying di lingkungan sekolah.
