Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya balita, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 yang bertugas di Desa Serdang, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan melaksanakan kegiatan pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada Sabtu malam, 18 Januari 2026, pukul 19.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan Posyandu yang akan dilaksanakan pada keesokan harinya.
Pembuatan PMT dilakukan di malam hari agar pelaksanaan Posyandu dapat berjalan dengan lancar dan tertib. PMT yang disiapkan oleh mahasiswa KKN berupa puding, yang dipilih karena mudah dikonsumsi, memiliki nilai gizi, serta disukai oleh anak-anak. Selain itu, puding juga dinilai praktis dan aman untuk diberikan kepada balita sebagai makanan tambahan.

Proses pembuatan PMT dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa KKN. Kegiatan dimulai dengan menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan, kemudian dilanjutkan dengan proses memasak hingga pencetakan puding ke dalam wadah. Seluruh tahapan dilakukan dengan memperhatikan kebersihan dan kerapian agar hasil PMT layak dan siap dibagikan kepada peserta Posyandu.
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan asupan gizi tambahan bagi balita yang mengikuti kegiatan Posyandu, sekaligus mendukung program kesehatan yang ada di Desa Serdang. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi bagi anak sejak usia dini.

Selain memberikan manfaat dari sisi kesehatan, kegiatan pembuatan PMT ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa KKN dalam berinteraksi langsung dengan masyarakat serta memahami peran mahasiswa sebagai agen pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini juga mencerminkan semangat kerja sama dan tanggung jawab mahasiswa KKN dalam menjalankan program-program yang telah direncanakan.
Dengan terlaksananya kegiatan pembuatan PMT ini, diharapkan pelaksanaan Posyandu di Desa Serdang dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat, khususnya ibu dan balita, serta menjadi langkah awal dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat desa secara berkelanjutan.
