Senin, 02 Februari 2026- Kelurahan Korpri Raya memiliki pesona ekonomi lokal yang unik, terutama dengan adanya ikon wisata warga berupa Embung Korpri. Melihat potensi besar yang tersembunyi di balik geliat usaha kecil di sana, tim mahasiswa KKN melaksanakan program kerja intensif bertajuk pemberdayaan UMKM melalui transformasi digital. Fokus utama dari kegiatan ini adalah menyulap pedagang konvensional menjadi pelaku usaha yang melek teknologi dan siap bersaing di pasar daring.
Perjalanan pemberdayaan ini dimulai dengan aksi blusukan ke beberapa titik usaha yang menjadi urat nadi ekonomi warga. Salah satu destinasi utama adalah warung Mie Ayam legendaris di sekitar kelurahan dan lapak pedagang Dugan (kelapa muda) yang menjadi primadona pengunjung saat cuaca terik. Tim KKN menyadari bahwa meskipun produk yang dijual memiliki kualitas rasa yang bersaing, banyak dari pelaku usaha ini yang belum memiliki identitas digital yang kuat, sehingga jangkauan pasarnya hanya terbatas pada pelanggan yang lewat secara fisik.
Langkah pertama yang diambil tim KKN adalah melakukan modernisasi jalur komunikasi melalui aktivasi WhatsApp Business. Para pedagang diajarkan cara mengelola katalog produk, fitur pesan otomatis, hingga pengaturan jam operasional di aplikasi tersebut. Dengan adanya WhatsApp Business, pelanggan kini dapat memesan Mie Ayam atau stok Dugan segar tanpa harus mengantre panjang, menciptakan sistem pelayanan yang lebih efektif dan profesional.
Tidak berhenti di sana, tim KKN juga menyasar UMKM di sekitar area Embung Korpri. Kawasan yang sering menjadi tempat olahraga dan bersantai ini memiliki beragam pedagang kecil yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata kuliner. Mahasiswa membantu para pedagang membuat akun media sosial seperti Instagram dan TikTok sebagai etalase digital. Di platform ini, mahasiswa berperan sebagai kreator konten dengan mengambil foto produk yang estetik serta memproduksi video promosi pendek yang menonjolkan keasrian Embung Korpri sebagai latar belakangnya.
Konten promosi yang dibuat tidak hanya menonjolkan kelezatan makanan, tetapi juga membangun narasi atau storytelling tentang keramahan para penjual dan kenyamanan suasana di Korpri Raya. Strategi ini bertujuan untuk memancing rasa penasaran netizen, khususnya warga Bandar Lampung, agar tertarik berkunjung ke Embung Korpri.
Melalui pendampingan ini, mahasiswa KKN berharap adanya keberlanjutan ekonomi. Digitalisasi bukan hanya soal memiliki akun media sosial, melainkan tentang membangun kemandirian bagi para pedagang agar tetap eksis di tengah perkembangan zaman. Kini, aroma Mie Ayam yang gurih dan kesegaran Dugan di pinggir Embung Korpri tidak hanya bisa dirasakan oleh mereka yang melintas, tetapi juga hadir menghiasi layar ponsel masyarakat luas, siap menyambut gelombang pelanggan baru di era digital.
