Senam Bersama
Desa Purwodadi Simpang, Lampung Selatan – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Jumat, 10 Januari 2026, mahasiswa Universitas Lampung semakin intensif menjalin kedekatan dengan masyarakat Desa Purwodadi Simpang. Hari ini menjadi momentum penting untuk memperluas jaringan komunikasi dengan tokoh masyarakat dan berbagai elemen di desa, sekaligus mengidentifikasi potensi serta kebutuhan yang ada di lingkungan sekitar. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mencerminkan semangat mahasiswa untuk tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga membangun ikatan emosional yang kuat dengan warga desa.
Pagi hari dimulai dengan kunjungan silahturahmi ke kediaman Kepala Dusun 5. Kedatangan mahasiswa disambut dengan hangat dan penuh kekeluargaan oleh Bapak Kepala Dusun beserta keluarga. Dalam perbincangan yang berlangsung santai namun penuh makna, mahasiswa mendengarkan berbagai cerita tentang kehidupan masyarakat di Dusun 5, mulai dari mata pencaharian utama, tradisi yang masih dijaga, hingga tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Bapak Kepala Dusun dengan terbuka menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat membantu mengatasi beberapa permasalahan yang ada, khususnya terkait pendidikan anak-anak dan peningkatan kegiatan keagamaan di lingkungan dusun. Beliau juga mengajak mahasiswa untuk lebih aktif berinteraksi dengan warga agar program-program yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat. Silahturahmi ini tidak hanya memberikan informasi berharga bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat legitimasi kehadiran mereka di mata tokoh masyarakat setempat.
Melanjutkan agenda silahturahmi, mahasiswa kemudian berkunjung ke rumah Ibu Ustadzah yang menyelenggarakan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di kediamannya yang berada di wilayah Dusun 5. Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari survei untuk merancang program kerja yang relevan dengan kebutuhan anak-anak di dusun tersebut. Sesampainya di rumah Ibu Ustadzah, mahasiswa disambut dengan ramah dan penuh kehangatan. Ruang tamu yang sederhana menjadi tempat diskusi yang hangat antara mahasiswa dan Ibu Ustadzah. Dalam perbincangan yang berlangsung intensif, Ibu Ustadzah menceritakan bahwa TPA ini telah berjalan selama beberapa tahun dengan penuh dedikasi, melayani anak-anak dari berbagai keluarga di lingkungan sekitar. Beliau memiliki pemahaman yang mendalam tentang kondisi anak-anak di dusun tersebut, mulai dari karakteristik belajar mereka, minat dan bakat yang dimiliki, hingga tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Ibu Ustadzah menyampaikan bahwa anak-anak di dusun sangat membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam hal motivasi belajar dan pengembangan kreativitas. Beliau juga menjelaskan bahwa selain pendidikan agama, anak-anak juga memerlukan kegiatan-kegiatan yang dapat mengasah keterampilan mereka, seperti kegiatan seni, olahraga, atau pelatihan keterampilan sederhana. Mahasiswa mendengarkan dengan saksama setiap masukan yang diberikan, mencatat berbagai informasi penting yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program kerja. Diskusi dengan Ibu Ustadzah memberikan wawasan yang sangat berharga karena beliau adalah sosok yang paling dekat dan memahami kondisi anak-anak di lingkungan tersebut. Dari kunjungan ini, mahasiswa mendapatkan gambaran jelas tentang program apa saja yang relevan dan dibutuhkan, seperti kegiatan bimbingan belajar, lomba-lomba edukatif, atau kegiatan pengembangan karakter untuk anak-anak.
Sore harinya, mahasiswa melakukan kunjungan ke komunitas senam ibu-ibu yang rutin melakukan aktivitas olahraga di salah satu lapangan di desa. Kedatangan mahasiswa disambut dengan senyuman ceria dan tepuk tangan meriah dari para ibu yang sedang melakukan pemanasan. Suasana lapangan yang penuh dengan energi positif dan tawa riang membuat mahasiswa merasa sangat welcome. Mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut bergabung dalam sesi senam bersama ibu-ibu. Gerakan demi gerakan dilakukan dengan penuh semangat, diiringi musik yang menghentak dan instruksi dari instruktur senam yang berpengalaman. Kegiatan ini menjadi momen yang sangat menyenangkan dan mempererat hubungan antara mahasiswa dengan para ibu. Setelah sesi senam selesai, mahasiswa berbincang-bincang santai dengan para anggota komunitas, mendengarkan cerita mereka tentang manfaat senam bagi kesehatan dan kebersamaan yang terjalin di dalam komunitas. Beberapa ibu menyampaikan apresiasinya atas kehadiran mahasiswa dan berharap ada program-program kesehatan atau olahraga lainnya yang dapat dilakukan bersama selama periode KKN.
Melalui kunjungan ke komunitas senam ini, mahasiswa melihat potensi besar untuk mengembangkan program-program berbasis kesehatan dan pemberdayaan perempuan. Komunitas yang sudah terbentuk dan aktif ini dapat menjadi mitra strategis dalam menjalankan berbagai kegiatan, mulai dari penyuluhan kesehatan, pemberdayaan ekonomi kreatif, hingga kegiatan sosial lainnya. Mahasiswa mencatat berbagai masukan dan ide yang muncul dari diskusi dengan para ibu, yang nantinya akan diintegrasikan ke dalam program kerja KKN. Kedekatan yang terbangun hari ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan fondasi kuat untuk kolaborasi yang produktif dan berkelanjutan.
Hari ketiga KKN ditutup dengan rasa syukur dan kepuasan. Mahasiswa berhasil memperluas jaringan dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh dusun, Ibu Ustadzah yang memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi anak-anak di dusun, hingga komunitas ibu-ibu senam. Setiap interaksi memberikan wawasan berharga dan memperkaya pemahaman mahasiswa tentang kondisi riil masyarakat Desa Purwodadi Simpang. Informasi dan pengalaman yang diperoleh hari ini, terutama dari diskusi dengan Ibu Ustadzah mengenai kebutuhan anak-anak di dusun, akan menjadi modal penting dalam menyusun program kerja yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Semangat untuk terus belajar dari masyarakat dan memberikan kontribusi terbaik semakin menguat di hati setiap mahasiswa. Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan komitmen yang tinggi dari seluruh anggota kelompok, mahasiswa KKN Universitas Lampung siap melangkah lebih jauh dalam mewujudkan pengabdian yang bermakna di Desa Purwodadi Simpang.
