Day 11 KKN kami di Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung terasa seperti hari yang benar benar fokus pada penyelesaian. Kalau hari-hari sebelumnya kami banyak berada di tahap proses, mulai dari pendataan, pembuatan desain, dokumentasi konten, sampai urusan administrasi yang kadang tersendat sistem, hari ini targetnya jelas yaitu memastikan hasilnya sampai ke pelaku UMKM dan semua output yang sudah direncanakan benar benar tuntas. Alurnya juga runtut. Pagi kami rapat anggota untuk menentukan pembelian ember berukuran besar sebagai kebutuhan program kerja bak sampah dan barangnya sudah kami bawa ke posko. Setelah itu siang sampai sore kami turun ke titik titik UMKM untuk membagikan NIB dan banner sekaligus menyelesaikan bagian lain seperti QRIS, pencantuman Maps, serta konten promosi. Hari ini kami sengaja memakai pola satu lokasi diselesaikan sekaligus, supaya tidak bolak balik dan pelaku usaha juga langsung paham apa saja yang sudah jadi untuk usahanya.

Pagi hari kami awali dengan rapat anggota di posko. Rapat ini membahas pembelian ember berukuran besar yang akan dipakai untuk program kerja bak sampah. Kami diskusi cukup detail karena ingin memastikan ember yang dibeli sesuai kebutuhan, dari ukuran yang pas, jumlah yang cukup, sampai pertimbangan ketahanan agar nanti saat dipakai tidak cepat rusak. Setelah keputusan diambil, pembelian langsung kami eksekusi dan embernya sudah kami bawa ke posko. Rasanya lega karena kebutuhan utama progja bak sampah sudah siap, jadi tinggal menunggu tahap pelaksanaan di lapangan.
Siang sampai sore, fokus kami beralih penuh ke UMKM. Hari ini geraknya cukup padat, tapi kami berusaha merapikan alur dengan prinsip sekali datang langsung beres. Jadi ketika kami mendatangi satu usaha, kami tidak hanya menyerahkan satu output, tapi sekaligus mengecek kebutuhan lain yang berkaitan. Kalau usaha tersebut dapat banner, kami pastikan juga apakah titik Maps-nya sudah aman. Kalau sudah punya NIB, kami cek apakah ada kelanjutannya ke QRIS. Kalau ada konten, kami pastikan file dan arahan penggunaannya juga jelas. Pola seperti ini membuat pendampingan lebih terasa “selesai” dan tidak menggantung.

Di beberapa titik, fokus utama kami adalah pembagian banner sebagai identitas usaha. Banner hari ini kami serahkan untuk Ibu Wulan, Warung Arjuna, Es Dawet Gula Jawa, dan Warung Mbah Jono. Saat menyerahkan, kami tidak hanya memberi hasil cetak, tapi juga memastikan informasinya sudah sesuai dan mudah dibaca dari jarak tertentu. Kami sempat berdiskusi singkat dengan pemilik usaha tentang bagian yang paling ingin ditonjolkan, karena banner yang efektif bukan cuma terlihat ramai, tapi jelas dan membantu orang cepat paham usaha apa yang ada di tempat itu.
Untuk Es Dawet Gula Jawa, penyelesaiannya tidak berhenti di banner saja, karena titik ini juga termasuk yang kami bantu untuk pencantuman lokasi di Maps. Kami memastikan nama usaha dan lokasi yang ditandai sudah tepat, sehingga kalau ada orang baru yang mencari, mereka tidak tersesat dan bisa langsung sampai. Selain itu, Es Dawet juga masuk dalam penyelesaian konten, jadi kami rapikan materi promosi yang sudah dibuat agar pemilik bisa langsung pakai untuk WhatsApp atau media sosial, dengan gaya yang tetap realistis dan sesuai kondisi asli.
Setelah pembagian banner, kami lanjut ke penyelesaian legalitas dan hal-hal administratif. NIB hari ini kami bagikan untuk Penjahit Azizan, Mie Ayam Gang, Pangkas Rambut BABE, dan Badai Laundry. Momen pembagian NIB ini terasa cukup memuaskan, karena kami tahu sendiri prosesnya butuh ketelitian dan kesabaran. Ada data yang harus benar, ada tahap yang harus diulang kalau keliru, dan kadang sistem juga tidak selalu mulus. Tapi ketika NIB sudah jadi dan bisa kami serahkan, pelaku usaha jadi punya pegangan legalitas yang lebih kuat dan itu penting untuk jangka panjang.

Di titik Penjahit Azizan, pendampingannya termasuk yang cukup lengkap karena tidak hanya NIB. Penjahit Azizan juga kami bantu untuk QRIS sehingga transaksi bisa lebih mudah dan usaha terlihat lebih siap, lalu sekaligus kami rapikan pencantuman lokasi di Maps supaya orang yang mencari penjahit bisa langsung menemukan tempatnya tanpa harus tanya sana sini. Jadi satu titik ini selesai dalam satu rangkaian, dari legalitas, kemudahan transaksi, sampai identitas digital.
Untuk Mie Ayam Gang, fokus utamanya NIB, namun kami juga memastikan lokasi Maps-nya sudah tercantum dengan rapi. Usaha kuliner seperti ini sangat terbantu kalau mudah ditemukan, apalagi kalau ada pelanggan baru yang tahu dari rekomendasi orang atau dari konten promosi sederhana.
Di Pangkas Rambut BABE, hari ini kami memastikan pembagian NIB berjalan baik dan pemilik usaha paham bahwa legalitas ini bisa jadi modal untuk pengembangan ke depan. Kami juga jelaskan secara singkat bagaimana menyimpan dokumen dan manfaatnya, supaya tidak berhenti hanya sebagai “kertas sudah jadi” tapi benar benar dipahami fungsinya.


Salah satu titik yang paling lengkap penyelesaiannya hari ini adalah Badai Laundry. Kami membagikan NIB, memastikan titik Maps sudah benar, dan juga merampungkan konten promosi yang sebelumnya kami ambil. Laundry itu jenis usaha yang sangat bergantung pada kepercayaan dan kemudahan ditemukan. Karena itu, ketika NIB sudah ada, Maps sudah aktif, dan konten sudah siap, rasanya seperti paket lengkap yang langsung bisa dipakai untuk membuat usaha terlihat lebih rapi dan lebih meyakinkan.
Selain itu, kami juga menyelesaikan bagian QRIS untuk beberapa UMKM lain. QRIS hari ini kami bantu untuk Penjahit Azizan, Lateb Jaya, dan Seblak Bejo. Untuk Lateb Jaya, selain penyelesaian QRIS, kami juga merapikan konten promosi Lateb Jaya Aneka Kripik, karena usaha seperti ini cocok banget dipasarkan lewat foto dan video singkat yang bisa disebar lewat WhatsApp. Sedangkan untuk Seblak Bejo, hari ini kami memastikan QRIS siap dipasang dan konten promosi juga selesai, sambil tetap menyesuaikan waktu agar dokumentasi tidak mengganggu aktivitas jual beli yang biasanya cepat dan ramai.
Untuk bagian Maps lainnya, hari ini kami juga memastikan titik Basuki sudah tercantum, selain titik yang sudah disebut sebelumnya seperti Penjahit Azizan, Mie Ayam Gang, Es Dawet Gula Jawa Legi, dan Badai Laundry. Tujuannya sama, supaya usaha lebih mudah dicari dan terlihat lebih terpercaya saat orang mengetik namanya di pencarian.
Terakhir, untuk penyelesaian konten, kami merapikan materi promosi untuk Lateb Jaya Aneka Kripik, Seblak Bejo, Warung Faiz, Badai Laundry, dan Es Dawet. Kami berusaha menjaga konten tetap jujur dan sesuai kondisi asli, karena promosi yang efektif itu bukan yang berlebihan, tapi yang membuat orang percaya dan tertarik mencoba.
Menutup Day 11, kami pulang dengan rasa capek tapi puas. Pagi kami sudah memastikan progja bak sampah bergerak dengan pembelian ember besar dan barangnya sudah ada di posko. Lalu siang sampai sore kami benar benar turun lapangan menyelesaikan progja UMKM sampai tahap pembagian hasil dan merapikan semua output pendukungnya. Hari ini terasa penting karena banyak hal yang sebelumnya masih proses akhirnya berubah menjadi hasil nyata yang bisa langsung dipakai oleh pelaku usaha. Di situ kami merasa pendampingan kami benar benar memberi dampak, meskipun langkahnya kecil, tapi jelas dan bermanfaat.
