Day 12 KKN kami di Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung berjalan dengan fokus persiapan. Hari ini tidak terlalu banyak turun ke titik UMKM seperti sebelumnya, tetapi tetap padat karena sebagian besar energi kami dipakai untuk merapikan administrasi dan menyiapkan kebutuhan kegiatan ke sekolah yang akan kami laksanakan besok. Alurnya jelas. Pagi kami mengurus surat pengajuan kegiatan ke sekolah dengan tujuan meminta tanda tangan dari pihak kelurahan, siang sampai sore kami rapat sekaligus membeli kebutuhan untuk sosialisasi bullying dan menyiapkan properti kegiatannya, lalu malamnya kami ikut membantu kegiatan Isra Mi’raj sekaligus membantu di Masjid Jami’ Baburrahmah, termasuk dari tim kami yang mengajukan diri menjadi MC.

Pagi hari kami mulai dengan mendatangi kelurahan untuk mengajukan surat kegiatan ke sekolah yang rencananya akan dilaksanakan besok. Targetnya sederhana tapi penting, yaitu memastikan surat tersebut mendapatkan tanda tangan agar kegiatan kami resmi dan koordinasinya jelas. Namun saat kami sampai, kami belum bisa bertemu langsung dengan Pak Lurah karena beliau sedang menghadiri kegiatan posyandu. Karena tidak memungkinkan menunggu terlalu lama, kami akhirnya menitipkan surat tersebut di kelurahan, dengan informasi bahwa besok suratnya akan kami ambil kembali setelah proses tanda tangan selesai. Momen ini mengingatkan kami bahwa koordinasi di lapangan kadang harus fleksibel. Ada agenda warga yang juga berjalan bersamaan, jadi kami belajar menyesuaikan waktu dan tetap mencari cara agar urusan administrasi berjalan tanpa mengganggu kegiatan lain.
Siang sampai sore, kami kembali ke posko dan langsung masuk ke mode persiapan kegiatan sosialisasi bullying untuk besok. Kami rapat untuk merapikan konsep kegiatan, mulai dari alur materi, pembagian peran, sampai cara penyampaian yang lebih mudah dipahami oleh siswa. Setelah rapat, kami lanjut membeli barang-barang yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut. Di tahap ini kami juga menyiapkan hadiah dan membungkusnya supaya besok saat kegiatan berjalan semuanya sudah siap dan tidak terburu buru. Selain itu, siang hari ini kami juga membuat kotak foto bertema Stop Bullying sebagai salah satu properti pendukung kegiatan. Harapannya, kotak foto ini bisa jadi media yang lebih interaktif dan menarik, supaya pesan tentang anti bullying tidak hanya disampaikan lewat materi, tapi juga lewat pengalaman yang lebih seru dan mudah diingat oleh siswa.

Malam harinya, kami kembali turun membantu kegiatan Isra Mi’raj sekaligus membantu di Masjid Jami’ Baburrahmah. Suasananya hangat dan ramai, dan kami ikut berkontribusi sebisanya agar kegiatan berjalan lancar. Di malam ini juga, dari tim kami ada yang mengajukan diri untuk menjadi MC acara, yaitu Nazla. Bagi kami, ini bukan sekadar tampil di depan, tapi bagian dari keterlibatan langsung dalam kegiatan warga. Menjadi MC berarti ikut menjaga alur acara, memastikan susunan berjalan rapi, dan membantu menciptakan suasana yang nyaman untuk jamaah yang hadir. Dari sini kami merasa peran KKN bukan hanya membantu kegiatan di belakang layar, tapi juga berani mengambil peran ketika dibutuhkan.
Menutup Day 12, kami merasa hari ini memang lebih banyak diisi oleh persiapan, tapi justru itu yang membuatnya penting. Surat untuk kegiatan sekolah sudah kami ajukan dan dititipkan di kelurahan untuk ditandatangani, persiapan sosialisasi bullying sudah kami rapikan lewat rapat, pembelian barang, pembungkusan hadiah, serta pembuatan kotak foto Stop Bullying, dan malamnya kami tetap menjaga keterlibatan sosial dengan ikut membantu kegiatan Isra Mi’raj di Masjid Jami’ Baburrahmah dengan Nazla yang siap menjadi MC. Hari ini membuat kami semakin siap untuk agenda besok, karena fondasinya sudah kami susun dengan rapi dari sekarang.
