Day 13 KKN kami di Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung menjadi salah satu hari yang paling terasa “resmi” sekaligus seru, karena akhirnya kegiatan sosialisasi ke sekolah yang sudah kami siapkan dari kemarin benar benar terlaksana. Hari ini kami melaksanakan sosialisasi di SD 1 Segala Mider. Alurnya jelas. Pagi kami fokus siap siap dan latihan materi supaya penyampaiannya rapi, lalu siang tepat sekitar jam satu kami berangkat ke sekolah untuk memaparkan materi bullying. Di sana kami tidak hanya menyampaikan materi, tapi juga membuat suasana interaktif lewat sesi tanya jawab, pembagian hadiah untuk yang berani menjawab, lalu kami lanjut membuat konten bersama para siswa, dan kegiatan ditutup dengan foto bersama di lapangan.
Pagi hari di posko kami mulai dengan persiapan yang cukup serius. Kami merapikan perlengkapan, memastikan materi yang akan disampaikan sudah urut, dan latihan penyampaian supaya tidak kaku saat di depan siswa. Kami juga mengingatkan satu sama lain bagian bagian penting yang harus ditekankan, seperti pengertian bullying, bentuk bentuknya, dampaknya bagi korban maupun pelaku, dan hal sederhana yang bisa dilakukan siswa jika melihat bullying terjadi. Karena target kami bukan cuma menyampaikan, tapi memastikan pesan anti bullying benar benar nyampe dan bisa mereka ingat, maka latihan pagi itu terasa penting sebagai bekal.

Siang hari sekitar jam satu, kami berangkat ke SD 1 Segala Mider. Rasanya campur aduk, ada deg degan karena ini kegiatan yang melibatkan banyak siswa, tapi juga semangat karena akhirnya progja ini bisa dieksekusi setelah tahap persiapan panjang. Setibanya di sekolah, kami mulai memaparkan materi bullying dengan gaya yang kami usahakan tetap ringan dan dekat dengan keseharian mereka. Kami memberi contoh contoh situasi yang sering terjadi di lingkungan sekolah, supaya mereka tidak menganggap bullying hanya sebatas kekerasan fisik, tapi juga bisa berupa ejekan, pengucilan, sampai candaan yang kelewat batas.
Agar suasana tidak monoton, kami buka sesi interaksi. Ketika ada pertanyaan atau lemparan kuis, beberapa siswa mulai berani menjawab. Di sini kami membagikan hadiah untuk yang menjawab dengan tepat atau berani menyampaikan pendapat. Momen ini jadi bagian yang paling hidup, karena siswa terlihat lebih aktif dan merasa dilibatkan, bukan hanya duduk mendengarkan. Kami senang karena tujuan kami tercapai, materi tidak terasa seperti ceramah, tapi seperti obrolan yang mengajak mereka berpikir.

Setelah sesi materi dan hadiah, kami lanjut ke bagian yang lebih seru, yaitu membuat konten bersama mereka. Kami mengajak siswa untuk ikut terlibat dalam konten bertema stop bullying, supaya pesan yang tadi disampaikan bisa diulang lagi dalam bentuk yang lebih kreatif dan mudah diingat. Suasananya ramai, banyak yang antusias ikut kamera, dan kami merasa pendekatan seperti ini efektif karena anak anak lebih cepat nyantol pada hal yang mereka lakukan langsung, bukan hanya yang mereka dengar.
Kegiatan hari itu kami tutup dengan foto bersama di lapangan SD 1 Segala Mider. Fotbar ini rasanya seperti penanda bahwa kegiatan berjalan lancar dari awal sampai akhir. Capeknya ada, tapi lebih dominan rasa puas karena apa yang kami siapkan sejak Day 12 akhirnya benar benar terlaksana dan mendapat respons yang baik dari siswa. Day 13 jadi pengingat buat kami bahwa ketika persiapan rapi, pelaksanaan di lapangan bisa lebih percaya diri, dan pesan yang ingin disampaikan pun lebih mudah sampai.
