9 Januari 2026 | Tim KKN Unila Periode I | Day 2
Gedung Agung, Jati Agung — Memasuki hari kedua, ritme kegiatan kami mulai menyentuh sisi emosional dan sosial. Jika hari pertama adalah tentang adaptasi tempat tinggal, hari kedua ini adalah tentang adaptasi rasa dan raga. Mulai dari kehangatan di meja makan, langkah kaki menyusuri desa, hingga keringat sportivitas di malam hari.
Berikut adalah catatan perjalanan kami di Day 2:
🍱 01. Makan Siang: Fondasi Solidaritas
Kegiatan kami awali dengan momen yang paling sederhana namun paling krusial: Makan Bersama. Di meja makan inilah, obrolan-obrolan santai mulai mengalir. Kami saling berbagi cerita, bercanda, dan tentunya menikmati hidangan lokal yang nikmat. Bagi kami, momen makan siang ini bukan sekadar mengisi perut, tapi mengisi energi dan memperkuat solidaritas tim sebelum terjun ke masyarakat.

🍃 02. Jalan Sore: Menghirup Udara Jati Agung
Menjelang sore, kami memutuskan untuk melakukan Jalan Sore di sekitar wilayah Gedung Agung. Ini adalah momen “observasi santai” kami untuk melihat lebih dekat wajah desa ini. Kami menyapa warga yang sedang bersantai di depan rumah, melihat hamparan alam yang asri, dan merasakan langsung keramahan penduduk Jati Agung. Langkah kaki sore ini membuat kami semakin jatuh cinta dengan suasana desa yang akan kami huni selama sebulan ke depan.
🏸 03. Diplomasi Malam: Smash Bareng Pak Kades
Puncak kegiatan hari ini terjadi di malam hari. Kami berkesempatan untuk berolahraga Bulu Tangkis bersama Bapak Kepala Desa Gedung Agung. Ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan media “Diplomasi Raket” kami untuk akrab dengan perangkat desa secara informal.
Di lapangan, suasana cair banget. Tawa pecah setiap kali ada rally yang panjang, dan Pak Kades ternyata punya semangat juang yang luar biasa di lapangan! Dari sini kami belajar bahwa pendekatan paling efektif ke masyarakat seringkali lahir dari kegiatan santai seperti ini.

