Serdang, 27 Januari 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (UNILA) Kelompok Desa Serdang kembali melanjutkan program kerja revitalisasi Kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang berlokasi di Dusun 3B, Desa Serdang, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan revitalisasi ini dilaksanakan bersama Ibu-Ibu PKK Dusun 3B sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam meningkatkan pemanfaatan lahan kebun TOGA secara berkelanjutan.
Kegiatan revitalisasi kebun TOGA tersebut berlangsung pada hari Selasa, 27 Januari 2026, dimulai pukul 08.45 WIB hingga 12.10 WIB. Program ini merupakan lanjutan dari rangkaian revitalisasi yang telah dilaksanakan selama dua hari pada minggu sebelumnya. Adapun fokus kegiatan kali ini meliputi pembersihan lahan lanjutan, penanaman kacang, serta pengecatan pagar dan pembatas tanaman di area kebun TOGA.
Sebagai bentuk persiapan yang matang, pada malam hari sebelum pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN Desa Serdang telah melakukan koordinasi internal dengan menyusun pembagian tugas dan daftar personel untuk setiap jenis pekerjaan yang akan dilakukan keesokan harinya. Pembagian tugas tersebut mencakup pekerjaan pembersihan lahan dari rumput dan tumbuhan liar, penanaman kacang, serta pengecatan pagar dan pembatas tanaman. Persiapan ini dilakukan guna memastikan kegiatan dapat berjalan secara efektif dan terorganisasi.

Pada pagi harinya, mahasiswa KKN mulai bersiap dan berangkat menuju lokasi kebun TOGA pada pukul 08.45 WIB dengan membawa berbagai peralatan berkebun serta perlengkapan pengecatan yang telah disiapkan sebelumnya. Kegiatan revitalisasi ini tidak hanya melibatkan mahasiswa KKN, tetapi juga mendapat dukungan dan partisipasi aktif dari Ibu-Ibu PKK Dusun 3B, yang turut berperan langsung dalam pelaksanaan setiap tahapan pekerjaan.
Setibanya di lokasi, mahasiswa KKN bersama Ibu-Ibu PKK langsung melaksanakan kegiatan sesuai dengan pengelompokan tugas yang telah ditentukan. Untuk pekerjaan pengecatan, mahasiswa bertanggung jawab melakukan pengecatan pada pagar pintu masuk utama kebun TOGA, sabut kepala, serta genteng tanah liat yang digunakan sebagai pembatas lahan tanaman. Sebelum proses pengecatan dilakukan, khusus pada genteng tanah liat, terlebih dahulu dilakukan pembersihan dari lumut dan sisa-sisa tanah yang telah mengeras agar hasil pengecatan dapat lebih maksimal dan tahan lama.
Tahap berikutnya adalah pembersihan lahan kebun TOGA. Pada tahap ini, dilakukan penyiangan terhadap rumput liar dan gulma yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman obat. Selain itu, pembersihan juga mencakup penebangan dan pengangkutan tanaman pohon pisang serta pelepah pisang yang sudah mati atau roboh. Proses pembersihan lahan ini dilaksanakan secara gotong royong oleh mahasiswa KKN bersama Ibu-Ibu PKK, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan efisien.

Setelah lahan dinyatakan bersih dan siap, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman kacang. Pada tahap ini, tanah terlebih dahulu digemburkan menggunakan alat berkebun agar struktur tanah menjadi lebih poros dan mampu menyerap air serta nutrisi dengan baik. Setelah proses penggemburan selesai, tanah kemudian diberi pupuk sebagai sumber nutrisi awal bagi tanaman. Selanjutnya, tanah diratakan kembali sebelum dilakukan penanaman benih kacang secara teratur sesuai dengan jarak tanam yang telah ditentukan, guna mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal.
Program revitalisasi kebun TOGA ini merupakan program kerja berkelanjutan yang dirancang oleh mahasiswa KKN Universitas Lampung Kelompok Desa Serdang. Oleh karena itu, kegiatan yang telah dilaksanakan tidak berhenti pada hari tersebut, melainkan akan terus dilanjutkan dan dipantau pada hari-hari berikutnya dalam minggu yang sama. Dengan adanya revitalisasi ini, diharapkan kebun TOGA Dusun 3B dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat sebagai sumber tanaman obat keluarga sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pemanfaatan tanaman herbal.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNILA tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga memperkuat kerja sama dan hubungan sosial dengan masyarakat setempat, khususnya Ibu-Ibu PKK Dusun 3B. Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam menjaga keberlanjutan kebun TOGA serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan berbasis lingkungan dan kearifan lokal.
