Pada Day 21, kegiatan kami berfokus pada dua hal besar yang saling melengkapi: (1) menyusun jurnal/laporan akhir pengabdian dari rangkaian KKN, dan (2) melakukan persiapan kegiatan ke panti melalui koordinasi awal serta komunikasi dengan pengurus. Hari ini bisa dibilang sebagai tahap “merapikan hasil” dan “menyiapkan tindak lanjut”, karena setelah beberapa hari penuh kegiatan lapangan, kami perlu mengikat semua output agar menjadi laporan yang runtut, dapat dipertanggungjawabkan, dan bermanfaat bagi pihak kelurahan.
Sejak pagi, kami memulai hari dengan rapat internal untuk menyamakan persepsi tentang bentuk laporan akhir yang akan dibuat. Kami sepakat bahwa laporan pengabdian tidak boleh hanya berupa kumpulan dokumentasi, tetapi harus menjelaskan alasan kegiatan, proses pelaksanaan, hasil yang didapat, serta rekomendasi yang bisa dilanjutkan. Dari hasil kesepakatan itu, kami mulai menyusun kerangka jurnal/laporan akhir. Kami membagi struktur penulisan menjadi beberapa bagian: pendahuluan dan gambaran wilayah, identifikasi masalah, metode pelaksanaan, hasil dan luaran, pembahasan serta kendala, dan kesimpulan serta rekomendasi. Pembagian ini membantu kami menulis secara sistematis dan menghindari data yang tercecer.

Pada bagian awal, kami merapikan narasi pendahuluan agar pembaca paham konteks pengabdian: kondisi wilayah, aktivitas masyarakat, dan alasan mengapa program-program KKN yang kami jalankan relevan. Setelah itu, kami menyusun bagian identifikasi masalah berdasarkan catatan observasi lapangan dan hasil kegiatan sebelumnya. Di tahap ini kami tidak hanya menuliskan “masalahnya apa”, tetapi juga mencoba menjelaskan akar penyebabnya secara realistis, misalnya keterbatasan pendampingan, variasi pemahaman masyarakat, serta hambatan teknis yang sering ditemukan dalam pelaksanaan kegiatan di wilayah perkotaan.
Selanjutnya, kami masuk ke bagian metode pelaksanaan. Kami menuliskan langkah-langkah yang kami lakukan sejak awal: koordinasi dengan pihak kelurahan dan RT, pendataan sasaran, pelaksanaan sosialisasi dan pendampingan, hingga cara kami mendokumentasikan kegiatan. Kami ingin metode ini jelas agar laporan terasa ilmiah dan bisa dipahami oleh pembaca yang tidak ikut langsung di lapangan. Setelah metode, fokus utama kami adalah merapikan bagian hasil dan luaran. Kami mengumpulkan semua bukti kegiatan: rekap program kerja, daftar sasaran, dokumentasi foto, serta output yang sudah dihasilkan.

Pada tahap ini kami memastikan data tertulis rapi: mana kegiatan yang sifatnya pendampingan, mana yang sosialisasi, mana yang menghasilkan produk (materi edukasi, konten, rekomendasi, dan sebagainya). Kami juga menyusun bagian pembahasan yang memuat pengalaman lapangan: kendala yang muncul, bagaimana tim menyesuaikan strategi, serta solusi yang kami lakukan agar kegiatan tetap berjalan sesuai rencana. Terakhir, kami mulai merumuskan kesimpulan dan rekomendasi yang bisa diteruskan oleh pihak kelurahan/karang taruna/RT setelah KKN selesai.
Di sela penyusunan jurnal/laporan akhir, Day 21 juga kami gunakan untuk persiapan kegiatan ke panti sebagai bentuk pengabdian sosial. Kami memulai dari tahap mencari informasi dasar: memastikan lokasi, akses, dan gambaran umum kebutuhan agar kegiatan yang kami rencanakan tidak salah sasaran. Setelah itu, kami melakukan langkah paling penting yaitu menghubungi pengurus panti untuk koordinasi. Dalam komunikasi tersebut kami memperkenalkan diri sebagai tim KKN, menyampaikan maksud kegiatan, menanyakan waktu yang sesuai, serta menanyakan kebutuhan prioritas dari pihak panti sehingga kegiatan yang kami bawa benar-benar bermanfaat. Kami menekankan bahwa kunjungan dilakukan dengan etika yang baik: meminta izin, mengikuti aturan panti, dan tidak mengganggu aktivitas anak-anak. Dari koordinasi itu, kami mulai menyiapkan konsep kegiatan secara sederhana namun bermakna, seperti edukasi singkat atau kegiatan positif yang disesuaikan dengan arahan pengurus.
