Serdang, 28 Januari 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (UNILA) Kelompok Desa Serdang melaksanakan program kerja perencanaan desain tugu batas wilayah Desa Serdang. Kegiatan perencanaan ini dipusatkan di posko KKN dan dilaksanakan secara tentatif, menyesuaikan dengan kebutuhan teknis serta progres pekerjaan. Hingga saat ini, perencanaan tugu batas wilayah tersebut telah memasuki tahap akhir dan mendekati proses penyelesaian (finishing).
Fokus utama kegiatan kali ini adalah penyempurnaan rancangan tugu batas wilayah yang dirancang sebagai penanda fisik batas administratif Desa Serdang. Program kerja ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pembangunan desa, khususnya pada aspek perencanaan infrastruktur yang bersifat representatif dan fungsional.
Secara umum, perencanaan tugu batas wilayah Desa Serdang terbagi ke dalam dua komponen utama, yaitu perencanaan desain tugu dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan tugu. Tahapan perencanaan tersebut diawali dengan kegiatan survei lapangan yang telah dilaksanakan pada hari-hari sebelumnya. Survei dilakukan di lokasi rencana pembangunan tugu untuk memperoleh gambaran kondisi eksisting secara menyeluruh.
Berdasarkan hasil survei lapangan, diketahui bahwa pada lokasi tersebut telah terdapat dua kolom (pilar) beton bertulang eksisting yang berada di sisi kanan dan kiri jalur jalan. Keberadaan kolom ini menjadi elemen struktural utama yang direncanakan sebagai penopang tugu batas wilayah. Selain itu, survei juga dilakukan untuk mendata dimensi kolom eksisting, lebar masing-masing lajur jalan, bahu jalan, serta kondisi lingkungan sekitar yang berpotensi memengaruhi desain tugu.

Setelah tahap survei selesai, mahasiswa KKN melanjutkan kegiatan pada tahap perencanaan desain dan penyusunan RAB. Proses perencanaan ini telah berlangsung hampir dua minggu, atau tepatnya selama sebelas hari, dan dilakukan secara bertahap serta terkoordinasi. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN juga melakukan koordinasi dengan Sekretaris Desa Serdang guna memastikan kesesuaian perencanaan dengan kebutuhan dan kebijakan desa.
Pada aspek teknis, perencanaan desain tugu dikerjakan menggunakan beberapa perangkat lunak pendukung, di antaranya AutoCAD untuk penggambaran teknis, SketchUp untuk pemodelan tiga dimensi, serta Enscape untuk visualisasi desain. Sementara itu, penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dilakukan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel guna mempermudah perhitungan biaya material, tenaga kerja, dan kebutuhan pendukung lainnya secara sistematis.
Hingga hari ini, estimasi progres perencanaan desain tugu telah mencapai sekitar 80 persen. Tahapan desain mencakup perencanaan pelapisan kolom, penentuan jenis dan spesifikasi material yang akan digunakan, serta perancangan detail ornamen yang akan memperkuat nilai estetika dan identitas tugu. Setiap elemen dirancang dengan mempertimbangkan aspek kekuatan struktur, kesesuaian dengan lingkungan sekitar, serta nilai simbolik sebagai penanda batas wilayah desa.

Perencanaan tugu batas wilayah ini bertujuan untuk menghadirkan desain tugu yang mampu memberikan kejelasan mengenai batas administratif Desa Serdang sekaligus menjadi penanda fisik yang mudah dikenali oleh masyarakat maupun pihak luar. Keberadaan tugu diharapkan dapat memperkuat identitas desa serta meminimalkan potensi kebingungan terkait batas wilayah.
Adapun manfaat dari perencanaan ini tidak hanya terbatas pada aspek visual dan administratif, tetapi juga sebagai dokumen perencanaan yang dapat dijadikan acuan pembangunan di masa mendatang. Dengan adanya desain dan RAB yang terstruktur, pemerintah desa memiliki gambaran yang jelas mengenai bentuk tugu serta estimasi biaya yang dibutuhkan untuk merealisasikan pembangunan tugu batas wilayah Desa Serdang secara efektif dan berkelanjutan.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Universitas Lampung berupaya memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan desa berbasis perencanaan yang matang. Diharapkan, hasil perencanaan desain tugu batas wilayah ini dapat menjadi langkah awal menuju terwujudnya tugu batas wilayah Desa Serdang yang representatif, fungsional, dan mencerminkan identitas desa secara utuh.
