BANDAR LAMPUNG – Memasuki Day 25, mahasiswa KKN Universitas Lampung (Unila) Kelurahan Panjang Selatan resmi menyelesaikan seluruh rangkaian program kerja pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro dan kecil. Sebagai agenda penutup yang krusial, tim menyelenggarakan sosialisasi pemasaran digital bertajuk “Brand to Boost!”.
Kegiatan ini merupakan langkah konkret mahasiswa dalam membekali pelaku usaha lokal dengan strategi pemasaran di era digital, sekaligus menjadi simbol tuntasnya transformasi visual produk-produk UMKM di wilayah Panjang Selatan.





Penyerahan Logo dan Keberhasilan Branding
Puncak dari kegiatan hari ini adalah pembagian hasil desain logo final yang telah dikerjakan oleh tim mahasiswa kepada para pelaku usaha. Logo-logo tersebut dirancang secara profesional untuk menjadi identitas resmi yang akan dipasarkan oleh para pemilik usaha ke depannya.
Tercatat sebanyak 7 UMKM lokal telah berhasil di-branding secara menyeluruh. Penyerahan logo ini disambut dengan antusias oleh para pemilik usaha yang kini memiliki citra produk yang lebih modern, kompetitif, dan siap bersaing di pasar digital maupun konvensional.
Strategi Pemasaran Digital “Brand to Boost!”
Dalam sosialisasi terakhir ini, mahasiswa tidak hanya memberikan fisik logo, tetapi juga memaparkan materi tentang bagaimana cara mengoptimalkan merek (brand) tersebut untuk meningkatkan penjualan (boost). Edukasi mencakup cara penggunaan logo pada media sosial, pembuatan konten promosi yang menarik, hingga pentingnya konsistensi merek dalam membangun kepercayaan konsumen.
“Di Day 25 ini, kami sangat bangga bisa melihat 7 UMKM di Panjang Selatan kini memiliki wajah baru melalui logo yang kami desain. Program ‘Brand to Boost!’ ini adalah bentuk komitmen kami agar pelaku usaha lokal tidak hanya bertahan, tapi bisa naik kelas melalui pemasaran digital,” ujar koordinator bidang kewirausahaan.
Penutupan Program Pemberdayaan
Dengan selesainya pembagian logo kepada 7 UMKM tersebut, program pemberdayaan ekonomi mahasiswa KKN Unila telah mencapai target 100%. Langkah ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi kemandirian ekonomi masyarakat Kelurahan Panjang Selatan secara berkelanjutan.
