Hari ke-30 jadi hari terakhir kami menjalani KKN. Sejak pagi sebenarnya sudah terasa beda, karena semua orang sadar waktu kebersamaan ini sudah sampai di ujung. Malam harinya, kami berkumpul di posko untuk makan bersama. Tidak ada susunan acara atau konsep khusus, hanya makan bareng sambil duduk seadanya.
Obrolan mengalir dengan santai dan terasa hidup. Kami saling mengingat cerita selama KKN, mulai dari kejadian-kejadian lucu yang dulu, hingga pengalaman yang awalnya terasa berat namun akhirnya bisa dilewati bersama. Malam itu posko dipenuhi tawa dan canda, meski di beberapa jeda suasana berubah lebih tenang, seolah masing-masing mulai menyadari bahwa kebersamaan ini sebentar lagi akan berakhir.

Kami berlama-lama duduk bersama malam itu. Tidak ada yang benar-benar ingin buru-buru tidur. Beberapa dari kami mulai bercerita tentang hal yang paling diingat selama KKN, ada juga yang sekadar diam sambil menikmati suasana. Rasanya aneh, karena tempat yang selama ini jadi rutinitas harian sebentar lagi harus ditinggalkan.
Keesokan paginya, kami mulai membereskan posko. Sejak pagi, semua bergerak dengan tugas masing-masing. Ada yang mengemas barang, ada yang membersihkan ruangan, ada juga yang merapikan sisa perlengkapan. Posko yang biasanya penuh aktivitas perlahan mulai kosong. Di sela-sela beberes, kami sering berhenti sebentar, entah hanya untuk duduk, mengobrol ringan, atau mengenang kegiatan yang sudah dilewati. Capek tetap terasa, tapi suasananya tidak tegang karena semuanya dilakukan bersama.

Menjelang malam, setelah posko hampir selesai dibereskan, kami berpamitan dengan tetangga sekitar. Kami datang dan menyapa satu per satu, mengucapkan terima kasih atas bantuan dan keramahan selama kami berada di lingkungan tersebut. Kami juga meminta maaf jika selama KKN ada sikap atau kebiasaan yang kurang berkenan. Perpisahan itu berlangsung sederhana, tanpa banyak kata, tapi terasa hangat dan tulus. Beberapa warga sempat mengobrol sebentar, membuat momen pamit terasa lebih dekat.
Hari ke-30 pun menjadi penutup perjalanan KKN kami. Tidak ada acara besar atau perpisahan resmi, hanya kebersamaan sederhana yang tersisa dalam ingatan. Meski singkat, semua pengalaman dan cerita selama KKN menjadi bagian yang akan selalu kami ingat.
