Bandar Lampung – Menindaklanjuti arahan pembekalan untuk melakukan identifikasi masalah dan potensi desa, Mahasiswa KKN Universitas Lampung Periode 1 Tahun 2026 Kelompok Karang Maritim 1 dan Karang Maritim 2 melaksanakan kunjungan Pra-KKN ke Kantor Kelurahan Karang Maritim, Kecamatan Panjang, pada Senin, 6 Januari 2026.


Kedatangan rombongan mahasiswa disambut secara langsung oleh Lurah Karang Maritim beserta jajaran staf kelurahan. Agenda utama dalam kunjungan ini adalah silaturahmi sekaligus koordinasi awal untuk memetakan kondisi demografis dan geografis wilayah yang akan menjadi lokasi pengabdian selama kurang lebih 30 hari ke depan.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung di aula kantor kelurahan, pihak kelurahan memaparkan profil wilayah secara komprehensif. Dijelaskan bahwa secara administratif, Kelurahan Karang Maritim terdiri dari 3 Lingkungan dan menaungi 27 Rukun Tetangga (RT). Selain data kependudukan, pemaparan juga mencakup fasilitas penunjang kesehatan yang tersedia bagi warga, seperti Pos Kesehatan Kelurahan (Poskeskel) dan Posyandu, serta keberadaan lembaga kemasyarakatan yang aktif, termasuk Karang Taruna dan Kelompok PKK.
Diskusi berkembang lebih dalam ketika membahas potensi pengembangan wilayah. Pihak kelurahan memberikan gambaran mengenai mayoritas mata pencaharian warga serta memetakan sejumlah sektor masyarakat yang berpotensi untuk dikembangkan melalui program kerja mahasiswa. Selain potensi, tantangan dan kendala yang kerap dihadapi masyarakat setempat juga turut disampaikan sebagai bahan masukan bagi mahasiswa dalam merancang program kerja yang solutif dan tepat sasaran. Sesi ini ditutup dengan tanya jawab interaktif, di mana mahasiswa menggali informasi lebih detail terkait kebutuhan logistik dan data spesifik desa.
Usai pertemuan di kantor kelurahan, kegiatan dilanjutkan dengan tinjauan lapangan. Para mahasiswa didampingi perangkat kelurahan berkeliling sejenak untuk mengamati kondisi fisik lingkungan dan infrastruktur sekitar secara langsung. Agenda survei ini diakhiri dengan peninjauan beberapa opsi rumah warga yang dapat digunakan sebagai Posko (Pos Komando) tempat tinggal bagi masing-masing kelompok selama periode KKN berlangsung.
