Kelompok KKN Tematik integrasi antara Universitas Lampung (Unila) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Kelompok 91 melaksanakan program kerja unggulan berupa pemetaan wilayah Desa Curug Agung sebagai upaya mengidentifikasi potensi desa secara menyeluruh. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu penyediaan data spasial yang akurat untuk mendukung perencanaan pembangunan desa. Program pemetaan ini dilaksanakan selama masa pengabdian mahasiswa di Desa Curug Agung dengan melibatkan perangkat desa serta masyarakat setempat. Hasil dari kegiatan tersebut diwujudkan dalam bentuk peta desa yang dicetak dan dipasang di depan Kantor Kelurahan Desa Curug Agung agar dapat diakses oleh masyarakat luas.
Pelaksanaan pemetaan desa diawali dengan kegiatan survei lapangan yang dilakukan secara langsung oleh mahasiswa KKN. Mahasiswa melakukan pengumpulan data terkait batas wilayah administrasi, kondisi geografis, fasilitas umum, serta potensi sumber daya alam dan sosial ekonomi yang dimiliki desa. Proses pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dengan perangkat desa, serta pemanfaatan teknologi pemetaan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan peta yang tidak hanya menampilkan batas wilayah desa, tetapi juga menggambarkan potensi yang dapat dikembangkan oleh masyarakat.
Selama proses pemetaan berlangsung, mahasiswa mendapatkan dukungan penuh dari aparatur Desa Curug Agung yang membantu memberikan data administrasi serta informasi terkait potensi desa. Keterlibatan perangkat desa sangat membantu dalam memastikan keakuratan data yang dikumpulkan di lapangan. Selain itu, masyarakat juga turut berpartisipasi dengan memberikan informasi mengenai lokasi-lokasi penting, seperti lahan pertanian, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, serta potensi usaha masyarakat yang tersebar di beberapa wilayah desa. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat ini mencerminkan semangat gotong royong dalam pembangunan desa berbasis data.
Setelah proses pengumpulan data selesai, mahasiswa KKN melanjutkan tahap pengolahan data menggunakan perangkat lunak pemetaan. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dan disusun menjadi peta administrasi desa yang informatif dan mudah dipahami. Peta tersebut menampilkan batas wilayah desa, pembagian kampung, jaringan jalan, serta lokasi fasilitas umum dan potensi desa. Penyusunan peta dilakukan secara teliti agar dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat bagi pemerintah desa maupun masyarakat.
Sebagai bentuk implementasi hasil kegiatan, peta Desa Curug Agung kemudian dicetak dalam ukuran besar dan dipasang di depan Kantor Kelurahan Desa Curug Agung. Pemasangan peta ini bertujuan agar masyarakat dapat dengan mudah mengetahui kondisi wilayah desa, batas administratif, serta potensi yang dimiliki desa. Keberadaan peta tersebut juga diharapkan dapat membantu pemerintah desa dalam perencanaan pembangunan, pelayanan administrasi, serta pengambilan kebijakan yang berbasis data.
Masyarakat Desa Curug Agung memberikan respon positif terhadap keberadaan peta desa yang telah dipasang. Banyak warga yang merasa terbantu dengan adanya informasi wilayah desa yang ditampilkan secara visual dan jelas. Selain itu, perangkat desa juga mengapresiasi program kerja mahasiswa KKN karena peta tersebut dapat digunakan sebagai referensi dalam penyusunan program pembangunan desa di masa mendatang.
Program pemetaan desa ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mendukung pengelolaan data desa yang lebih terstruktur dan informatif. Mahasiswa KKN berharap peta yang telah dibuat dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pemerintah desa maupun masyarakat sebagai sarana informasi dan perencanaan pembangunan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kelompok 91 Unila dan Untirta berupaya memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan Desa Curug Agung melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Program pemetaan desa diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan potensi desa yang lebih optimal serta mendukung terwujudnya tata kelola desa yang lebih baik dan berbasis data.
