Bandar Lampung, 17 Januari 2026- Mencoba pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) anti hama, yang nantinya akan disosialisasikan kepada warga melalui acara pelatihan khusus. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pertanian organik yang berkelanjutan, sekaligus memberikan alternatif alami bagi petani yang sering menghadapi masalah hama tanaman.
Proses pembuatan POC anti hama dimulai dengan pengumpulan bahan-bahan alami yang mudah didapat di lingkungan sekitar. Eksperimen di posko KKN dengan mencampur bahan-bahan tersebut dalam wadah fermentasi. Lalu membiarkannya selama beberapa hari hingga menghasilkan cairan berwarna gelap yang kaya nutrisi.
POC ini tidak hanya berfungsi sebagai pupuk yang menyuburkan tanah, tetapi juga anti hama, karena dibuat dari bahan alami, berupa Sereh Dapur dan Daun Pepaya, yang mana tanaman Sereh mengandung sitronelal, dan geraniol yang bermanfaat untuk mengusir serangga (kutu daun, semut merah), dan mengganggu penciuman dan sistem saraf hama. Sedangkan Daun Pepaya mengandung papain, alkaloid karpain, dan flavonoid, yang bermanfaat sebagai racun alami bagi umat dan serangga penghisap, serta menghambat sistem pencernaan hama pengganggu tanpa merusak ekosistem.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa belajar langsung tentang pentingnya pertanian organik di era modern, di mana penggunaan pestisida kimia sering kali merugikan kesehatan dan lingkungan. Untuk menguji efektivitas POC pada tanaman percobaan seperti cabai dll, yang menunjukkan hasil positif seperti pertumbuhan daun yang lebih hijau dan pengurangan serangan hama.
Acara pelatihan yang akan diselenggarakan nanti bertujuan untuk membagikan pengetahuan ini kepada warga Kelurahan Gedong Air, terutama para kwt dan ibu rumah tangga yang tertarik dengan pertanian rumah tangga. Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat memproduksi POC sendiri, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, dan berkontribusi pada lingkungan yang lebih hijau.
Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi program sementara, tetapi juga inspirasi untuk gerakan pertanian organik yang lebih luas di wilayah mereka. Dengan dukungan dari pemerintah kelurahan, inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga melalui hasil panen yang lebih sehat dan berkelanjutan.
