Pesawaran, 8 Januari 2026 – Sebagai langkah awal sebelum terjun langsung dalam program pengabdian masyarakat, sepuluh mahasiswa dari berbagai lintas jurusan Universitas Lampung (Unila) melaksanakan kegiatan Pra-Kuliah Kerja Nyata (Pra-KKN) di Desa Munca, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 5 Januari 2025 ini bertujuan untuk memetakan potensi serta tantangan yang dihadapi warga setempat sebagai landasan penyusunan program kerja yang tepat sasaran. Didampingi langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), tim mahasiswa mengawali perjalanan dari GSG Universitas Lampung sejak pukul 07.30 WIB. Di lokasi, mereka melakukan observasi mendalam, mulai dari kondisi fisik lingkungan hingga dialog interaktif dengan perangkat desa.
Sektor Pendidikan Memadai, Kewaspadaan Kesehatan Ditingkatkan
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, sektor pendidikan di Desa Munca tergolong cukup lengkap dengan fasilitas yang tersedia dari jenjang PAUD hingga Madrasah Aliyah (MA). Sementara di sektor kesehatan, meski aktivitas Posyandu berjalan rutin setiap hari Rabu untuk balita dan lansia, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi penyebaran penyakit Malaria. “Kondisi kesehatan masyarakat saat ini memang kondusif, namun sanitasi lingkungan terkait sampah yang masih berserakan menjadi perhatian khusus karena berpotensi menjadi sarang penyakit,” tulis tim mahasiswa dalam laporannya. Selain itu, program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) direncanakan baru akan mulai beroperasi di desa ini pada pertengahan Januari mendatang.
Tantangan Ekonomi: Antara Potensi Alam dan Minimnya Inovasi
Desa Munca memiliki kekayaan alam yang melimpah, khususnya pada komoditas melinjo, pala, pisang, dan durian. Namun, mahasiswa menemukan adanya kesenjangan pengetahuan di kalangan petani mengenai rantai pasok dan kurangnya inovasi produk turunan (hilirisasi). Selama ini, hasil bumi hanya melalui pengolahan dasar sehingga nilai tawar petani cenderung lemah. Tim KKN melihat adanya ruang besar untuk mengintegrasikan sektor agrikultur dengan industri kreatif guna meningkatkan ekonomi desa.
Keindahan Alam yang Terhambat Infrastruktur
Dari sisi lingkungan, Dusun Munca menawarkan panorama alam perbukitan yang asri dengan objek wisata unggulan seperti Muncak Pas dan Muncak Teropong Laut. Keduanya menawarkan daya tarik visual pemandangan laut lepas dari ketinggian. Sayangnya, potensi wisata ini belum didukung oleh infrastruktur jalan yang memadai. Aksesibilitas menuju desa dilaporkan cukup sulit akibat kerusakan parah pada lapisan aspal, terutama pada jalur-jalur yang menanjak. Selain itu, budaya membuang sampah sembarangan masih menjadi tantangan lingkungan yang krusial di wilayah tersebut.
Persiapan Matang di Posko Pengabdian
Untuk mendukung mobilitas selama 30 hari ke depan, ke-10 mahasiswa tersebut telah menetap di sebuah rumah warga yang difungsikan sebagai posko. Dengan sistem iuran kolektif sebesar Rp150.000 per orang untuk sewa tempat dan anggaran konsumsi mingguan Rp50.000 per orang, tim berupaya mengelola operasional secara mandiri dan sistematis. Data yang dikumpulkan selama fase Pra-KKN ini akan menjadi referensi evaluatif dalam merumuskan rencana program yang tidak hanya solutif, tetapi juga berkelanjutan bagi masyarakat Desa Munca.
