Bandar Lampung, 2 Februari 2026- Semangat kolaborasi dan kreativitas kini tengah menyelimuti Kelurahan Gedong Air. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah tersebut sedang gencar melaksanakan salah satu agenda utama dalam program kerja Ruang Terbuka Hijau (RTH), yaitu pemanfaatan limbah ban bekas sebagai media tanam.
Langkah ini diambil sebagai solusi cerdas untuk meminimalisir penumpukan sampah anorganik sekaligus memberikan wajah baru yang lebih asri bagi lingkungan kelurahan.
Pemilihan ban bekas sebagai media tanam didasari oleh karakteristik materialnya yang sangat kuat dan tahan terhadap berbagai kondisi cuaca ekstrem.
Karena jika membiarkan ban bekas menumpuk dan berisiko menjadi sarang nyamuk, para mahasiswa mentransformasikannya menjadi wadah tanam yang fungsional.
Proses ini dimulai dari tahap pembersihan secara menyeluruh guna memastikan tidak ada sisa residu kimia yang tertinggal. Setelah bersih, ban tersebut dimodifikasi sedemikian rupa, termasuk pembuatan sistem drainase pada bagian bawah agar sirkulasi air tetap terjaga dan tidak merusak akar tanaman.
Sisi estetika juga menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini. Untuk menghilangkan kesan kusam, setiap ban diberikan sentuhan artistik berupa pengecatan dengan warna-warna cerah yang menarik perhatian. Proses pengecatan ini tidak hanya bertujuan untuk keindahan visual semata, tetapi juga sebagai daya tarik agar masyarakat sekitar terdorong untuk ikut serta menjaga kebersihan lingkungan.
Setelah cat mengering, ban-ban tersebut kemudian diisi dengan racikan media tanam berkualitas yang terdiri dari campuran tanah, sekam, dan pupuk organik yang telah disiapkan dengan komposisi seimbang.
Puncak dari kegiatan persiapan ini adalah penempatan ban-ban tersebut di titik-titik strategis yang diproyeksikan sebagai Ruang Terbuka Hijau. Kehadiran instalasi media tanam dari ban bekas ini diharapkan mampu menjadi pemantik kesadaran bagi warga Kelurahan Gedong Air bahwa menjaga kelestarian alam bisa dimulai dengan langkah sederhana melalui pemanfaatan barang-barang di sekitar kita.
Melalui inisiatif ini, mahasiswa KKN berharap RTH yang dibangun tidak hanya menjadi sekadar taman, tetapi juga simbol kemandirian warga dalam mengelola lingkungan hidup secara berkelanjutan.
