Rajabasa Jaya — Upaya pencegahan stunting terus digencarkan melalui kegiatan GARDU GIZI (Gerakan Edukasi Reduksi Stunting melalui Gizi Seimbang) yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Lampung Periode 1 Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 12 Januari 2026, bertempat di Puskesmas Pembantu Bayur, Kelurahan Rajabasa Jaya.
Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber profesional di bidang kesehatan, yakni Esta Kania, S.Tr. Keb., Bdn, yang berprofesi sebagai bidan. Sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu balita, mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang sebagai langkah strategis dalam mencegah stunting sejak 1.000 hari pertama kehidupan.

Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 09.30 WIB dengan proses registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh Master of Ceremony. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Koordinator Desa KKN yang menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Pada sesi inti, narasumber menyampaikan materi mengenai pengertian stunting, ciri-ciri anak stunting, serta dampak jangka pendek dan jangka panjang yang dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Disampaikan pula bahwa stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta pola asuh dan sanitasi lingkungan yang kurang baik.
Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya periode emas 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, serta pemberian MP-ASI yang tepat waktu, adekuat, aman, dan beragam menjadi kunci utama pencegahan stunting.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Salah satu peserta menanyakan apakah bayi yang muntah setelah menyusu merupakan kondisi berbahaya. Narasumber menjelaskan bahwa muntah dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti asam lambung akibat perut kosong atau kesalahan jenis dan pola makan, sehingga perlu diperhatikan penyebabnya dan tidak selalu berbahaya jika tidak disertai gejala lain.
Pertanyaan lain terkait posisi tidur bagi ibu dengan riwayat tekanan darah tinggi juga dibahas. Narasumber menyarankan agar mengikuti anjuran tenaga kesehatan, yaitu tidur telentang ke arah kiri dengan bantuan bantal, serta membiasakan posisi tersebut demi kenyamanan dan kesehatan ibu.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama dan penutupan oleh Master of Ceremony pada pukul 10.45 WIB. Melalui kegiatan GARDU GIZI, diharapkan masyarakat Rajabasa Jaya semakin sadar bahwa stunting dapat dicegah melalui pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta lingkungan yang sehat.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN Universitas Lampung dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting dan mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
