
Lampung Selatan, 6 Januari 2026, mahasiswa KKN Universitas Lampung yang ditempatkan di Kecamatan Natar desa pemanggilan melaksanakan kegiatan Pra-KKN sebagai tahap awal pelaksanaan KKN. Kegiatan diawali dengan berkumpul di Gedung Serba Guna Universitas Lampung pada pukul 07.30 WIB. Seluruh peserta dilakukan absensi dan menerima briefing dari Bapak Joni Putra, S.Pd.I., M.Pd.I., yang menekankan pentingnya kehati-hatian, menjaga etika, serta memahami peran dan tanggung jawab mahasiswa selama berada di desa.
Sekitar pukul 08.25 WIB, masing-masing kelompok berangkat menuju desa penempatan. Kelompok KKN Desa Pemanggilan tiba di Kantor Kepala Desa Pemanggilan pada pukul 08.35 WIB. Namun, Kepala Desa Pemanggilan tidak berada di tempat karena sedang sakit, dan Sekretaris Desa juga tidak berada di kantor. Oleh karena itu, koordinasi awal dilakukan dengan staf desa yang sedang bertugas, meskipun informasi yang diperoleh masih terbatas. Dalam proses tersebut, Bapak Joni Putra turut mendampingi kelompok untuk berkomunikasi dengan pihak desa.
Selanjutnya, kelompok diarahkan untuk mengunjungi Bapak Suprapto, Kepala Dusun Serbajadi 1. Kelompok melakukan silaturahmi dan diskusi awal terkait pelaksanaan KKN di dusun tersebut. Dalam diskusi, Bapak Suprapto menyampaikan beberapa harapan desa, di antaranya pengembangan bank sampah, kegiatan belajar bersama anak-anak sekolah dasar, serta kegiatan mengaji bersama anak-anak TPA. Selain itu, beliau juga menjelaskan kegiatan rutin masyarakat seperti pengajian hari Kamis dan Jumat, arisan warga, kerja bakti, serta senam bersama setiap Minggu pagi.
Terkait kondisi wilayah, Dusun Serbajadi 1 tergolong aman dari bencana, meskipun getaran gempa di wilayah Liwa pernah terasa cukup kuat di dusun tersebut. Dalam bidang kesehatan, terdapat kegiatan posyandu balita, remaja, dan ibu, dengan program seperti memasak bersama untuk mendukung makanan bergizi gratis, imunisasi, serta penyuluhan kesehatan. Adapun Puskesmas Pembantu (Pustu) berada di Desa Serbajadi 2. Desa juga memiliki pojok baca, namun pemanfaatannya belum optimal karena keterbatasan koleksi buku dan rendahnya minat baca anak-anak yang lebih tertarik pada penggunaan gawai. Beberapa program sebelumnya juga dinilai kurang berkelanjutan karena minimnya pengelolaan setelah mahasiswa KKN selesai bertugas.
Dalam bidang ekonomi, potensi UMKM di desa masih terbatas. Tanaman TOGA yang berada di sekitar pojok baca belum memiliki nilai jual, sementara potensi utama masyarakat lebih banyak berupa kebun dan lahan pertanian.

Pada kesempatan yang sama, kelompok juga berdiskusi mengenai posko KKN. Berdasarkan arahan Bapak Suprapto, kelompok diarahkan ke rumah milik Ibu Indrawati yang biasa disewakan dan sebelumnya pernah digunakan sebagai posko KKN. Rumah tersebut merupakan rumah kosong milik anak Ibu Indrawati yang berada di Kalimantan dan dikelola langsung oleh beliau.
Secara umum, kondisi rumah posko bersih, terawat, dan layak huni, meskipun dalam keadaan kosong tanpa perabotan. Fasilitas air bersih tersedia dengan sumber sumur bor dan dapat digunakan secara gratis, sedangkan listrik sudah tersedia dengan sistem meteran dan dibayarkan sesuai pemakaian. Rumah posko memiliki empat kamar tidur yang dinilai cukup untuk menampung seluruh anggota kelompok KKN, sehingga digunakan secara gabungan antara mahasiswa putra dan putri.
Lingkungan sekitar posko mendukung kebutuhan sehari-hari mahasiswa. Di samping rumah posko terdapat keluarga Ibu Indrawati yang membuka usaha penjualan nasi uduk, sayur matang, dan berbagai lauk, sehingga memudahkan mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan konsumsi. Selain itu, kelompok diperbolehkan untuk menumpang mandi di rumah Ibu Indrawati maupun di musala yang berada tepat di seberang posko, yang juga merupakan milik keluarga beliau. Mahasiswa juga diperkenankan mencuci pakaian di tempat Ibu Indrawati, dengan area penjemuran tersedia di lapangan belakang rumah. Apabila diperlukan, jasa laundry juga tersedia di sekitar lokasi posko.
Melalui kegiatan pra-KKN ini, kelompok memperoleh gambaran awal mengenai kondisi desa, potensi dan permasalahan yang ada, serta lokasi posko yang akan digunakan selama pelaksanaan KKN. Hasil pra-KKN ini menjadi dasar dalam penyusunan program kerja yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat Desa Pemanggilan.
