Bandar Lampung, 21 Juli 2025 — Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai halaman Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Way Halim Permai, ketika mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) dan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) hadir membawa semangat, permainan, dan kebahagiaan bagi anak-anak penghuni tempat tersebut.
Kegiatan kunjungan ini merupakan bagian dari program kerja sosial dan keagamaan mahasiswa KKN dari dua kampus besar di Lampung. Bukan sekedar kunjungan biasa, para siswa telah menyiapkan berbagai kegiatan seru , mulai dari permainan edukatif, penampilan interaktif, hingga pembagian bingkisan berisi makanan ringan dan alat tulis, demi memberikan keceriaan bagi anak-anak yang sehari-hari tinggal dan belajar di lembaga tersebut.
Membawa Senyum dan Semangat bagi Adik-Adik Panti
Kedatangan rombongan mahasiswa KKN disambut antusias oleh para pengurus dan panti anak-anak. Kegiatan dibuka dengan berbagai perwakilan pelajar dan pengurus pesantren, lalu dilanjutkan dengan sesi perkenalan yang hangat. Anak-anak terlihat gembira dan cepat akrab dengan para kakak siswa, terutama saat sesi permainan dimulai.
Beragam permainan seperti tebak gaya, pesan berantai, dan kuis islami, dimainkan dengan antusias. Para siswa menjadi fasilitator sekaligus teman bermain yang mendekatkan diri tanpa sekat. Suara tawa anak-anak menggema memenuhi ruangan, menciptakan suasana yang begitu mengharukan dan membahagiakan.

“Kami ingin memberikan pengalaman yang menyenangkan dan menginspirasi untuk adik-adik di sini. Walau sederhana, semoga mereka bisa merasakan bahwa ada banyak orang yang peduli dan menyayangi mereka,” ungkap Agita, penanggung jawab kegiatan dari KKN Unila.
Kolaborasi yang Membuka Hati dan Menyentuh Nurani
Bagi mahasiswa UIN RIL, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata dari pengabdian kepada masyarakat yang dilandasi nilai-nilai keislaman. Dengan pendekatan spiritual dan sosial, mereka berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan.
“Kami sangat senang bisa berkolaborasi dengan teman-teman dari Unila. Ini bukan hanya tentang kunjungan, tapi tentang menyentuh hati, belajar dari kehidupan mereka, dan berbagi semangat untuk masa depan yang lebih baik,” tutur salah satu mahasiswa KKN UIN RIL.
Bingkisan sebagai Tanda Kasih, Bukan Sekadar Pemberian
Pada akhir kegiatan, siswa membagikan bingkisan sederhana kepada setiap anak dan santri, yang berisi makanan ringan, alat tulis, serta perlengkapan ibadah. Meski tak seberapa, senyum bahagia dan pelukan hangat dari adik-adik menjadi balasan paling berharga atas niat tulus berbagi.
Pengurus Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Miftahul Ulum, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para santri atas perhatian dan waktu yang mereka curahkan.
“Kami sangat terpesona dengan perhatian dan kegembiraan yang dibawa anak-anak muda ini. Semoga kehadiran mereka menjadi inspirasi dan membawa berkah bagi semuanya,” ujarnya penuh haru.
Menebar Kepedulian, Menuai Harapan
Kegiatan ini menjadi salah satu contoh sinergi antarperguruan tinggi dalam aksi sosial yang berdampak langsung pada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga menerapkan nilai-nilai empati, kepedulian, dan kebermanfaatan dalam kehidupan nyata.
Ke depan, para mahasiswa berencana untuk terus melakukan kunjungan sosial dan menyusun program lanjutan yang melibatkan masyarakat rentan seperti panti asuhan, lansia, dan penyandang disabilitas.
“Ini baru awal. Pengabdian tak harus besar, tapi harus tulus. Dan kami ingin terus melanjutkan cerita-cerita kebaikan seperti ini,” tutup Raka, mahasiswa KKN Unila.
Dengan semangat kolaborasi, mahasiswa KKN Unila dan UIN RIL telah menceritakan kisah hangat tentang bagaimana tindakan kecil, bila dilakukan bersama, bisa memberi dampak besar bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
