Pada Hari ke-26 pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kalisari, tepatnya Senin, 2 Februari 2026, mahasiswa KKN menggelar kegiatan “Pembuatan Kokedama & Apotek Hidup” di Balai Desa Kalisari. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan masyarakat pada seni tanaman tradisional Jepang berupa kokedama bola tanah berlumut yang estetis serta apotek hidup sebagai wadah praktis untuk Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB, acara ini menjadi momen edukatif yang menggabungkan kreativitas dengan kesehatan berbasis herbal, sejalan dengan tema KKN untuk pemberdayaan masyarakat pedesaan.
Kegiatan berlangsung lancar dan sukses besar, dihadiri oleh puluhan tokoh masyarakat setempat seperti Kepala Desa, Kepala Dusun, Ketua RT, Ibu-ibu PKK, serta warga dari berbagai dusun. Antusiasme peserta terlihat jelas sejak pembukaan, di mana mahasiswa KKN menyampaikan materi pengantar tentang manfaat TOGA seperti jahe untuk imunitas dan kunyit untuk antiinflamasi. Demonstrasi langsung pembuatan kokedama menggunakan media tanah, lumut, dan tanaman lokal membuat suasana hidup, sementara workshop apotek hidup dari botol bekas memungkinkan setiap peserta praktik mandiri.
Peserta menunjukkan partisipasi aktif, dengan ibu-ibu PKK bereksperimen membuat kokedama berbentuk hiasan rumah, sementara pemuda desa antusias merakit apotek hidup untuk pekarangan. Tokoh masyarakat memuji inisiatif ini karena relevan dengan kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah kenaikan harga obat konvensional. Mahasiswa KKN memfasilitasi dengan baik, membagikan bibit TOGA gratis dan tips perawatan, sehingga kegiatan tidak hanya teoritis tapi langsung aplikatif.
Dampak kegiatan terasa nyata melalui umpan balik peserta yang berjanji menanam TOGA di rumah, mengurangi ketergantungan pada pengobatan kimia. Kokedama sebagai elemen dekoratif juga merangsang kreativitas, menjadikan rumah lebih hijau dan indah. Secara keseluruhan, acara ini memperkuat ikatan antara mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Kalisari, membuktikan bahwa program KKN mampu memberi nilai tambah berkelanjutan.
Diharapkan kegiatan ini mendorong masyarakat menerapkan hidup sehat berbasis herbal, meningkatkan kreativitas melalui seni tanaman, serta secara aktif mencoba menanam dan merawat TOGA. Sebagai tindak lanjut Hari ke-26, kelompok KKN akan memantau perkembangan tanaman peserta minggu depan, memastikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan desa.
