Desa Curug Agung, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Bilateral Universitas Lampung (UNILA) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Kelompok 91 melaksanakan kegiatan penerimaan resmi oleh Pemerintah Desa Curug Agung pada hari ketiga pelaksanaan KKM. Kegiatan penerimaan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan pengabdian mahasiswa di Desa Curug Agung dan dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Camat Baros, Kepala Desa Curug Agung, perangkat desa, serta para ketua RT dan RW.
Kehadiran dari pihak kecamatan dan desa dalam kegiatan penerimaan tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program KKM Bilateral. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang baik antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam melaksanakan berbagai program pengabdian yang telah direncanakan. Pemerintah desa menyambut baik kehadiran mahasiswa dan berharap kegiatan KKM dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan serta pemberdayaan masyarakat Desa Curug Agung.
Setelah kegiatan penerimaan selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan pelaksanaan lokakarya pemaparan program kerja yang disusun oleh mahasiswa KKM Bilateral UNILA–UNTIRTA Kelompok 91. Lokakarya ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan rencana program kerja secara terbuka dan sistematis kepada pemerintah desa serta perwakilan masyarakat. Setiap program dipaparkan secara rinci, mulai dari latar belakang pelaksanaan, tujuan kegiatan, sasaran program, hingga strategi dan tahapan pelaksanaan di lapangan.
Program kerja yang dipresentasikan mencakup berbagai bidang pengabdian, antara lain bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Seluruh program tersebut disusun berdasarkan hasil observasi awal serta disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan prioritas masyarakat Desa Curug Agung. Program KKM diharapkan mampu menjawab permasalahan yang ada dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Melalui kegiatan lokakarya ini, pemerintah desa dan masyarakat diberikan kesempatan untuk memberikan masukan, saran, serta tanggapan terhadap program kerja yang dipaparkan. Proses diskusi dan dialog yang berlangsung menjadi bentuk sinergi antara mahasiswa dan pemangku kepentingan desa, sehingga pelaksanaan program KKM dapat berjalan secara efektif, terarah, dan tepat sasaran.
Dengan adanya penerimaan resmi dan lokakarya perencanaan program ini, mahasiswa KKM Bilateral UNILA–UNTIRTA Kelompok 91 diharapkan dapat melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan pengabdian dengan baik, menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, serta berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa Curug Agung selama masa pengabdian berlangsung.
