GEBANG, 4 Februari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi Universitas Lampung (Unila) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) secara resmi mendemonstrasikan sekaligus menyerahkan inovasi alat fogging mandiri kepada aparatur Desa Gebang pada Rabu pagi. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif konkret dalam menekan risiko penyebaran penyakit malaria di wilayah tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Gebang ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, termasuk Sekretaris Desa, Bendahara, para Kepala Dusun, hingga jajaran Ketua RT dan RW. Demonstrasi ini merupakan tindak lanjut dari program kerja unggulan mahasiswa yang berfokus pada sanitasi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Dalam sesi simulasi, tim KKN menunjukkan mekanisme kerja alat fogging hasil rakitan mereka yang dirancang agar efektif namun tetap efisien secara biaya. Alat tersebut berhasil berfungsi sesuai harapan, menghasilkan kepadatan asap yang optimal untuk menjangkau area-area yang sulit dijangkau. Pihak balai desa menyambut baik inovasi ini, mengingat Desa Gebang memiliki beberapa titik yang rentan menjadi sarang nyamuk pembawa malaria.

Perwakilan tim KKN menjelaskan bahwa kolaborasi pemikiran antara mahasiswa Lampung dan Banten ini bertujuan untuk memberikan solusi jangka panjang. Dengan adanya alat ini, desa tidak lagi sepenuhnya bergantung pada jadwal pengasapan dari dinas terkait, melainkan dapat melakukan tindakan preventif secara mandiri dan cepat melalui koordinasi di tingkat dusun.
Melalui semangat gotong royong antara akademisi dan perangkat desa, diharapkan angka kasus malaria di Desa Gebang dapat ditekan secara signifikan sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi warga.
