Mahasiswa KKN Tematik Universitas Lampung Unila yang bertugas di pekon Tri Tunggal Mulya baru saja menggelar sebuah inovasi pangan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat lokal. Kegiatan ini difokuskan pada pengolahan komoditas jagung menjadi produk bernilai jual tinggi berupa nugget sehat. Penggunaan tepung mocaf sebagai pengganti terigu menjadi keunggulan utama dalam resep yang diajarkan kali ini. Seluruh rangkaian workshop ini dilaksanakan dengan penuh semangat di kediaman Ibu Yuniarsih yang ramah. Kehadiran para mahasiswa bertujuan untuk memberikan sentuhan modern pada hasil bumi yang melimpah. Warga sekitar menyambut baik inisiatif ini karena relevan dengan kebutuhan pangan sehari-hari. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi pemantik kreativitas bagi ibu-ibu di Pekon Tritunggal Mulya.
Suasana di kediaman Ibu Yuniarsih tampak sangat meriah dari siang hingga ke sore hari. Puluhan ibu-ibu pekon datang dengan antusias untuk menyerap ilmu pengolahan pangan yang baru. Mereka berkumpul di ruang pertemuan yang telah disiapkan secara apik oleh tuan rumah. Para peserta tampak membawa catatan kecil untuk menuliskan detail resep nugget jagung. Ibu Yuniarsih sendiri menyatakan rasa bangganya karena rumahnya terpilih menjadi pusat pelatihan. Mahasiswa KKN dengan sigap menyiapkan peralatan memasak serta bahan-bahan berkualitas di depan audiens. Kerjasama antara mahasiswa dan warga menciptakan atmosfer belajar yang sangat hangat dan kondusif.

Fokus utama dari kegiatan ini adalah menghidupkan kembali kelompok UPPKA yang sempat meredup. Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) memegang peranan vital dalam ekonomi mikro desa. Sayangnya, aktivitas kelompok ini sempat mengalami penurunan produktivitas dalam beberapa waktu terakhir. Mahasiswa KKN Unila melihat potensi besar jika organisasi ini kembali digerakkan secara konsisten. Melalui workshop nugget jagung ini, mereka diajak untuk aktif kembali dalam berwirausaha. Semangat kebersamaan dalam berorganisasi ditekankan sebagai fondasi utama kemajuan ekonomi pekon. Inilah momentum yang tepat bagi ibu-ibu untuk kembali berdaya secara finansial.
Proses pembuatan nugget jagung ini dijelaskan secara detail dan sangat mudah dipahami. Pertama, mahasiswa memaparkan keunggulan tepung mocaf yang bebas gluten dan kaya serat. Jagung manis dipipil dan dicampur dengan bumbu pilihan untuk menciptakan rasa yang lezat. Adonan kemudian dibentuk sedemikian rupa sebelum akhirnya dibalur dengan tepung panir yang renyah. Para ibu-ibu praktik langsung melakukan pencetakan adonan di bawah bimbingan para mahasiswa. Tidak ada bahan pengawet berbahaya yang digunakan dalam proses pembuatan nugget sehat ini. Hasil akhirnya adalah produk pangan yang aman dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Diskusi interaktif terjadi saat sesi tanya jawab mengenai strategi pemasaran produk nugget. Mahasiswa memberikan tips tentang cara pengemasan yang menarik agar bisa dijual secara luas. Ibu-ibu sangat tertarik mengetahui bagaimana cara menjaga ketahanan produk dalam freezer rumah tangga. Mereka juga mulai membicarakan rencana pembentukan kembali struktur kerja dalam kelompok UPPKA. Harapannya, nugget jagung mocaf ini bisa menjadi produk unggulan dari Pekon Tritunggal Mulya. Pemanfaatan media sosial untuk pemasaran digital juga turut disinggung dalam sesi diskusi tersebut. Setiap peserta terlihat optimis bahwa produk ini akan laku di pasaran lokal.
Kegiatan workshop ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan mencicipi hasil masakan. Aroma harum nugget jagung yang baru digoreng memenuhi seluruh ruangan di kediaman tersebut. Rasa syukur terpancar dari wajah para ibu-ibu yang kini memiliki keterampilan baru. Pihak pekon berharap kolaborasi dengan mahasiswa Unila ini tidak berhenti sampai di sini. Keberlanjutan program menjadi kunci utama agar UPPKA tetap eksis dan terus berkembang. Mahasiswa KKN pun berjanji akan terus mendampingi hingga tahap produksi mandiri dimulai. Transformasi ekonomi desa kini mulai terlihat nyata dari sepotong nugget jagung yang sederhana.
