Di tengah dinamika pengabdian mahasiswa KKN Universitas Lampung Periode I Tahun 2026 di Kelurahan Kupang Kota, lahir sebuah inovasi kreatif yang menyasar pada kelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Program kerja unggulan bertajuk “Jelantah Jadi Berkah” sukses dilaksanakan dengan menyulap limbah dapur yang sering terabaikan menjadi produk bernilai guna tinggi, yakni lilin aromaterapi.
Kegiatan ini berlangsung hangat di salah satu kediaman RT setempat (31 Januari 2026), yang bertransformasi menjadi tempat kreativitas bagi puluhan ibu-ibu, khususnya anggota PKK Kelurahan Kupang Kota. Mahasiswa KKN hadir bukan hanya sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai pemateri utama yang mengupas tuntas sisi lain dari minyak goreng bekas. Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan secara detail mengenai bahaya minyak jelantah jika digunakan berulang kali bagi kesehatan, serta dampak buruknya terhadap ekosistem jika dibuang sembarangan ke saluran air.
Suasana menjadi sangat asik dan seru saat memasuki sesi praktik pembuatan lilin. Dengan bahan-bahan sederhana yang telah disiapkan oleh mahasiswa, seperti pot lilin, parafin, sumbu, pewarna, hingga manik-manik untuk dekorasi. Ibu-ibu PKK tampak sangat antusias “nimbrung” dan mencoba setiap tahapannya. Aroma harum mulai semerbak saat bahan pengharum seperti pewangi pakaian, irisan daun jeruk, hingga essential oil dicampurkan ke dalam olahan minyak jelantah yang telah dijernihkan. Kerja sama antara mahasiswa dan ibu-ibu dalam mengolah bahan-bahan tersebut menciptakan ikatan kekeluargaan yang begitu erat.
Program “Jelantah Jadi Berkah” ini dirancang agar tidak berhenti sebagai sekadar kegiatan seremonial. Mahasiswa berharap inovasi ini dapat menjadi agenda rutin bagi ibu-ibu dalam mengelola limbah rumah tangga mereka. Lebih jauh lagi, keterampilan membuat lilin aromaterapi yang cantik dan fungsional ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ide usaha rumahan (home industry), sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan ekonomi kreatif keluarga di Kelurahan Kupang Kota secara berkelanjutan.

