
Telah dilaksanakan kegiatan Lokakarya Desa Marga Kaya Periode 1 Tahun 2026 yang bertempat di Balai Desa Marga Kaya. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Marga Kaya, Kepala Dusun 2, 3, dan 4, perangkat desa, (KWT), serta mahasiswa KKN. Lokakarya desa diselenggarakan sebagai wadah koordinasi dan diskusi antara mahasiswa KKN dengan pemerintah desa dalam rangka pemaparan, penyelarasan, dan pengesahan program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian di Desa Marga Kaya.
Kegiatan diawali dengan pemaparan rencana program kerja oleh mahasiswa KKN yang mencakup program ketahanan pangan, pengelolaan lahan H2M, pemanfaatan biopori, serta rencana pengembangan eduwisata desa. Setelah pemaparan, perangkat desa memberikan persetujuan (acc) terhadap program-program yang disampaikan, dengan catatan adanya penyesuaian dan pengembangan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat desa.
Pada sesi diskusi, (KWT) menyampaikan pertanyaan terkait penerapan teknologi biopori pada lahan H2M, khususnya mengenai fungsi dan cara kerjanya dalam mendukung pengelolaan lahan. Menanggapi hal tersebut, Farid menjelaskan bahwa biopori merupakan teknologi sederhana yang berfungsi untuk membantu air yang menggenang agar dapat meresap ke dalam tanah, sehingga dapat mengurangi genangan air. Selain itu, biopori juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembuatan pupuk kompos organik. Dijelaskan pula bahwa pembuatan biopori dapat menggunakan pipa paralon berdiameter kurang lebih 10 cm dengan panjang sekitar 50 cm, yang ditanam ke dalam tanah dan diisi dengan limbah dapur organik seperti sisa sayuran yang belum dimasak. Untuk mempercepat proses pengomposan, dapat ditambahkan gula aren sebagai bahan tambahan alami.

Selanjutnya, Kepala Dusun 4 menyampaikan masukan terkait program eduwisata desa. Beliau menyarankan agar program eduwisata tidak hanya difokuskan pada lahan H2M saja, melainkan dapat disebar ke beberapa titik di wilayah desa sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Selain itu, beliau juga mengusulkan agar ke depannya program tersebut dapat dikembangkan dengan menambahkan edukasi mengenai pemanfaatan tanaman obat dan obat-obatan tradisional sebagai potensi lokal desa.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Marga Kaya memberikan arahan dan masukan strategis, khususnya terkait pengelolaan informasi desa. Kepala Desa menyampaikan bahwa website desa sebelumnya mengalami peretasan sehingga perlu dibuat kembali website desa yang baru. Website tersebut diharapkan dapat dikelola secara berkelanjutan dan selalu aktif sebagai sarana informasi publik. Selain itu, website desa juga diharapkan dapat memuat informasi mengenai lahan H2M dan program ketahanan pangan desa, dengan harapan hasil pengelolaan lahan tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan konsumtif masyarakat akan sayuran.
Secara keseluruhan, kegiatan Lokakarya Desa Marga Kaya Periode 1 Tahun 2026 berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh partisipasi aktif dari seluruh peserta. Berbagai masukan, saran, dan tanggapan yang disampaikan menjadi bahan evaluasi penting bagi mahasiswa KKN dalam menyempurnakan dan melaksanakan program kerja secara lebih terarah, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Marga Kaya.
