
Kelompok 90 KKM Bilateral Universitas Lampung (Unila) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melaksanakan program pengabdian masyarakat bersama Dosen Pendamping yang berupa sosialisasi literasi di Desa Tejamari. Program ini dirancang untuk merespons kebutuhan akan penguatan budaya baca di tingkat desa, khususnya bagi anak-anak usia sekolah. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa dari kedua universitas mengintegrasikan berbagai metode pembelajaran kreatif guna menarik minat peserta terhadap pentingnya literasi sebagai fondasi dasar dalam menempuh pendidikan formal maupun non-formal.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendampingan langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yang berperan dalam memastikan materi sosialisasi relevan dengan karakteristik dan kebutuhan anak-anak di Desa Tejamari. Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa membagi kegiatan ke dalam beberapa sesi, mulai dari pengenalan bahan bacaan yang variatif hingga simulasi literasi digital yang sehat. Keterlibatan DPL secara aktif di lapangan memberikan bobot akademis sekaligus teknis, sehingga penyampaian informasi mengenai manfaat literasi dapat diterima dengan baik dan dipahami sebagai alat untuk meningkatkan daya kritis sejak dini.
Selain memberikan edukasi secara lisan, Kelompok 90 juga memfasilitasi ketersediaan bahan bacaan untuk mendukung keberlanjutan program ini di masa mendatang. Sosialisasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi pemicu terbentuknya lingkungan belajar yang lebih literat di Desa Tejamari. Dengan adanya kerja sama bilateral antara Unila dan Untirta, program pengabdian ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemerataan kualitas pendidikan dan peningkatan indeks literasi nasional di tingkat pedesaan.
