Bandar Lampung, 23 Januari 2026
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana Banjir dan Longsor pada hari Jumat, 23 Januari 2026 yang bertempat di Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana alam yang rawan terjadi di wilayah tersebut, khususnya bencana banjir dan tanah longsor.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa, dilanjutkan dengan sambutan dari Koordinator Kecamatan, Lurah Pidada, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi sosialisasi kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat yang hadir.
Materi yang disampaikan mencakup pengertian bencana dan kesiapsiagaan bencana, di mana bencana dipahami sebagai peristiwa yang dapat mengancam keselamatan jiwa, merusak lingkungan, serta menimbulkan kerugian harta benda. Kesiapsiagaan dijelaskan sebagai serangkaian upaya yang dilakukan sebelum bencana terjadi, seperti perencanaan, pengorganisasian, dan persiapan sumber daya agar masyarakat mampu merespons bencana secara cepat dan tepat.
Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda awal terjadinya banjir dan tanah longsor. Tanda awal banjir antara lain meningkatnya debit air sungai, saluran air yang tersumbat, serta curah hujan tinggi dalam waktu lama. Sementara itu, tanda awal longsor meliputi munculnya retakan tanah, pohon atau tiang yang mulai miring, serta suara gemuruh dari lereng atau tebing.
Menekankan pentingnya kesiapsiagaan di tingkat rumah tangga, seperti mengenali risiko lingkungan sekitar rumah, mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul aman, serta menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan dasar seperti dokumen penting, obat-obatan, senter, dan perlengkapan darurat lainnya. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan sebagai langkah pencegahan banjir.
Pada sesi selanjutnya, dijelaskan tindakan yang harus dilakukan saat bencana terjadi. Saat banjir, masyarakat diimbau untuk mematikan aliran listrik, menghindari arus air yang deras, serta segera melakukan evakuasi apabila kondisi tidak aman. Sedangkan saat terjadi longsor, masyarakat diminta untuk menjauh dari area lereng dan tebing serta segera mencari tempat yang lebih aman.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab. Masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait langkah penyelamatan diri dan upaya pencegahan bencana di lingkungan sekitar. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cendera mata dan foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kegiatan.
Melalui kegiatan Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana Banjir dan Longsor ini, diharapkan masyarakat Kelurahan Pidada memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai risiko bencana serta mampu meningkatkan kesiapsiagaan diri dan keluarga dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana di masa mendatang.
