Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung melaksanakan kegiatan survei Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Kelapa Tiga pada Jumat, 16 Januari 2025, pukul 09.00 WIB. Survei ini dilakukan sebagai upaya mengenal potensi ekonomi lokal serta memahami proses produksi dan pemasaran UMKM yang berkembang di lingkungan masyarakat. Beberapa UMKM yang dikunjungi antara lain usaha kerupuk kulit dan usaha pengolahan kikil yang berada di Lingkungan 2 Kelurahan Kelapa Tiga.
Pada survei UMKM kikil pertama, kelompok KKN memperoleh informasi bahwa usaha tersebut telah berdiri selama kurang lebih empat tahun. Produk kikil yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di wilayah Kota Bandar Lampung, tetapi juga telah menjangkau luar daerah seperti Palembang, Lubuk Linggau, dan beberapa kota lainnya. Sistem pemasaran dilakukan secara langsung dengan menghubungi pemilik usaha, kemudian pesanan diproses oleh karyawan produksi dan dikirimkan menggunakan jasa travel. Untuk menjaga kualitas dan daya tahan produk, kikil diawetkan menggunakan garam sehingga mampu bertahan cukup lama pada suhu ruang.
Sementara itu, survei pada UMKM kikil kedua menunjukkan perjalanan usaha yang cukup dinamis. Awalnya, usaha ini hanya bergerak pada penjualan kulit mentah. Namun, saat pandemi Covid-19 melanda, usaha sempat terhenti dan kemudian beralih ke pengolahan kikil agar tetap dapat bertahan. Kikil diawetkan menggunakan garam dalam jumlah besar, sehingga kulit kambing dapat bertahan hingga tiga bulan, sedangkan kulit sapi mampu bertahan hingga satu tahun atau lebih. Di lokasi produksi, kulit-kulit yang diawetkan secara rutin dibalik atau digeser posisinya untuk mencegah penumpukan panas yang dapat mengurangi masa simpan produk.
Dalam hal pemasaran, UMKM kikil kedua masih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut, meskipun telah memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp dan Facebook. Distribusi produk dilakukan melalui jasa travel dan telah menjangkau berbagai daerah di luar Lampung, antara lain Palembang, Jambi, dan Lubuk Linggau. Pendapatan penjualan kikil per bulan bersifat tidak menentu. Bahkan, keuntungan dari penjualan kulit mentah dinilai lebih besar dibandingkan kikil. Namun demikian, pemilik usaha tetap mempertahankan produksi kikil sebagai bentuk kepedulian terhadap para karyawan yang bergantung pada proses pengolahan tersebut.

Proses produksi kikil dimulai dari pengawetan kulit mentah menggunakan garam, kemudian dilakukan pembersihan sisa daging, pembakaran singkat untuk menghilangkan bulu, serta perebusan sebelum kembali diawetkan dengan rendaman garam. Proses ini dilakukan secara teliti untuk menjaga kualitas produk sebelum dipasarkan.
Melalui kegiatan survei UMKM ini, kelompok KKN Universitas Lampung berharap dapat memberikan kontribusi pemikiran dan pendampingan ke depan, khususnya dalam pengembangan pemasaran dan peningkatan nilai tambah produk UMKM di Kelurahan Kelapa Tiga.
