Bandar Lampung, 29 Januari 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung menginisiasi kegiatan diskusi sebagai langkah awal dalam merumuskan dan memantapkan Program Kerja Bakau Berdaya Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bertukar gagasan, menyatukan persepsi, serta menyusun strategi pelaksanaan program yang berorientasi pada pemberdayaan lingkungan.

Pada kegiatan ini, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung Kota Karang 2 melakukan diskusi terkait progres perkembangan program kerja Bakau Berdaya yang telah dirancang sebelumnya. Diskusi ini difokuskan pada evaluasi tahapan yang sudah dilaksanakan, kendala yang dihadapi di lapangan, serta langkah lanjutan yang perlu dipersiapkan agar program dapat berjalan sesuai dengan tujuan.
Dalam diskusi tersebut, mahasiswa membahas berbagai aspek penting, mulai dari kesiapan administrasi, koordinasi dengan pihak terkait, hingga perencanaan teknis pelaksanaan kegiatan penanaman dan pemberdayaan mangrove. Setiap anggota tim turut menyampaikan pendapat, masukan, serta solusi atas permasalahan yang muncul, sehingga tercipta kesepahaman bersama dalam pelaksanaan program Bakau Berdaya.

Selanjutnya, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung Kota Karang 2 melakukan koordinasi langsung dengan RT 5 LK 2 Kota Karang, Bapak Firman, terkait rencana pembuatan alat waring yang akan digunakan sebagai penyangga dan pelindung bibit mangrove. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan bibit mangrove dapat tertanam dengan kokoh dan terlindungi dari kuatnya arus laut, sehingga tingkat keberhasilan pertumbuhan mangrove dapat lebih optimal.
Selain itu, mahasiswa juga melakukan koordinasi dengan RT 4 LK 2 Kota Karang, Bapak Alimuddin, untuk memberitahu terkait dengan progres mangrove yang telah dikerjakan sampai mana, memberitahukan terkait berapa banyak bibit yang akan ditanam, dll. Koordinasi ini dilakukan guna supaya melakukan transparansi terkait progres yang telah berjalan.
Melalui rangkaian koordinasi ini, mahasiswa KKN Universitas Lampung berupaya memperkuat sinergi dengan aparat lingkungan setempat serta memastikan bahwa Program Kerja Bakau Berdaya tidak hanya terencana dengan baik, tetapi juga mendapat dukungan dan pengawasan langsung dari masyarakat setempat.
