Bandar Lampung, 31 Januari 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung melaksanakan kegiatan menghadiri UMKM Kota Bandar Lampung sekaligus melakukan diskusi Bakau Berdaya terkait progres dengan Kelompok Kota Karang 1, serta mempersiapkan berbagai kebutuhan yang menunjang keberlanjutan program Bakau Berdaya. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas wawasan mahasiswa, memperkuat sinergi antarkelompok, serta memastikan kesiapan pelaksanaan program secara optimal dan terencana.

Pada kegiatan pertama, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung menghadiri kegiatan UMKM Kota Bandar Lampung yang diselenggarakan di Taman UMKM Bung Karno. Kegiatan ini dihadiri oleh banyak mahasiswa KKN dari berbagai kelurahan yang turut serta meramaikan dan mendukung acara UMKM yang diselenggarakan oleh Hj. Eva Dwiana, S.E., M.Si., selaku Wali Kota Bandar Lampung. Program UMKM ini merupakan inisiatif dari Bunda Eva sebagai upaya untuk memajukan dan memberdayakan UMKM-UMKM yang ada di Kota Bandar Lampung.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berkesempatan melihat secara langsung berbagai produk unggulan UMKM lokal, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lainnya. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan serta peningkatan daya saing UMKM lokal.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Lampung memperoleh wawasan mengenai strategi pengembangan UMKM, pentingnya inovasi produk, serta peran pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat.

Setelah menghadiri kegiatan UMKM Kota Bandar Lampung, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung melanjutkan agenda dengan melaksanakan diskusi serta persiapan kebutuhan untuk kegiatan Bakau Berdaya. Kegiatan ini difokuskan pada pembahasan teknis pelaksanaan program, evaluasi kesiapan lapangan, serta pembagian tugas antaranggota tim agar kegiatan dapat berjalan secara terstruktur dan efektif.
Dalam diskusi tersebut, mahasiswa membahas berbagai kebutuhan yang diperlukan, seperti perlengkapan penanaman mangrove, alat pendukung pembuatan waring, serta logistik lain yang menunjang kelancaran kegiatan Bakau Berdaya. Selain itu, dilakukan pengecekan dan pendataan terhadap barang-barang yang sudah tersedia maupun yang masih perlu dipersiapkan, sehingga tidak terjadi kendala saat pelaksanaan di lapangan.
Melalui kegiatan diskusi dan persiapan ini, mahasiswa KKN Universitas Lampung berupaya memastikan bahwa program Bakau Berdaya dapat terlaksana dengan baik, tepat sasaran, serta memberikan dampak positif bagi pelestarian lingkungan pesisir dan masyarakat sekitar.
