-Bandar Lampung, 12 Januari 2026-
Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelurahan Penengahan Raya melaksanakan kegiatan gotong royong sebagai bagian dari program Aksi Bersih Lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, pihak Kelurahan Penengahan Raya, Dinas Pemadam Kebakaran, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sinergi lintas sektor ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan aman dari potensi bencana akibat penumpukan sampah.

Kegiatan gotong royong ini juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat yang dengan antusias turut bergabung dalam proses pembersihan. Warga bersama mahasiswa dan instansi terkait bahu-membahu membersihkan area yang telah ditentukan, menciptakan suasana kebersamaan dan solidaritas sosial yang kuat. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan ini, karena kesadaran kolektif terhadap kebersihan lingkungan diharapkan dapat terus terjaga meskipun program KKN telah selesai dilaksanakan.
Aksi bersih-bersih ini dilakukan secara besar-besaran dengan fokus utama pada pembersihan aliran sungai yang selama ini menjadi tempat menumpuknya sampah rumah tangga dan limbah lainnya. Pembersihan sungai dipandang penting karena kondisi sungai yang kotor dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, seperti pencemaran air, bau tidak sedap, serta risiko banjir saat musim hujan. Melalui kegiatan ini, diharapkan aliran sungai dapat kembali berfungsi dengan baik dan lingkungan sekitar menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat Penengahan Raya.
Setelah kegiatan gotong royong dan aksi bersih lingkungan pada pagi hari, rangkaian kegiatan Kelompok KKN Penengahan Raya dilanjutkan pada sore harinya dengan kunjungan ke lahan milik Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat. Kunjungan ini bertujuan untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai praktik pertanian di tingkat lapangan. Kehadiran mahasiswa KKN disambut hangat oleh para anggota KWT yang antusias berbagi pengalaman serta kondisi pengelolaan lahan yang sedang mereka jalankan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN turut membantu membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman, yang berpotensi mengganggu pertumbuhan dan penyerapan unsur hara oleh tanaman utama. Pembersihan gulma dilakukan secara manual agar tidak merusak tanaman budidaya, khususnya tanaman cabai yang sedang dalam masa pertumbuhan. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan kondisi lahan yang lebih bersih, rapi, dan mendukung pertumbuhan tanaman agar lebih optimal.
Selain membersihkan gulma, mahasiswa juga membantu melakukan penyiraman insektisida pada tanaman cabai sebagai upaya pencegahan terhadap serangan hama. Penyemprotan dilakukan sesuai arahan dari anggota Kelompok Wanita Tani agar penggunaan insektisida tetap tepat sasaran dan tidak berlebihan, sehingga aman bagi tanaman, lingkungan, serta konsumen. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan tanaman cabai dan meningkatkan hasil panen ke depannya.
Tidak hanya itu, mahasiswa KKN bersama anggota KWT juga membuat dan memasang perangkap lalat sebagai metode pengendalian hama alternatif yang lebih ramah lingkungan. Perangkap ini berfungsi untuk mengurangi populasi hama yang dapat merusak tanaman, khususnya pada fase pertumbuhan dan pembuahan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berkontribusi secara tenaga, tetapi juga memperoleh pengetahuan praktis mengenai pengelolaan pertanian berbasis partisipatif dan berkelanjutan di masyarakat.

