Bandar Lampung, 22 Januari 2026 —Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung Kelurahan Rajabasa Raya 2 melaksanakan kegiatan survei lokasi sebagai bagian dari persiapan program kerja pembuatan biopori yang mengusung tema mitigasi bencana dan ruang terbuka hijau (RTH). Survei ini dilakukan di wilayah RT 19 Lingkungan 2 Kelurahan Rajabasa Raya, yang menjadi salah satu lokasi sasaran pelaksanaan program tersebut.
Kegiatan survei dilakukan untuk meninjau langsung kondisi lingkungan dan menentukan titik yang tepat untuk pembuatan lubang biopori sebagai upaya mitigasi bencana, khususnya dalam mengurangi potensi genangan dan banjir. RT 19 dipilih sebagai lokasi survei karena merupakan wilayah dengan kondisi tanah yang relatif rendah dan kerap mengalami penumpukan air saat curah hujan tinggi, sehingga dinilai strategis untuk penerapan biopori sebagai sarana resapan air.
Dalam pelaksanaan survei, mahasiswa KKN mengamati kondisi tanah, aliran air, serta lingkungan sekitar yang berpotensi menjadi lokasi pembuatan biopori. Selain itu, mahasiswa juga melakukan diskusi internal terkait perencanaan teknis pelaksanaan program agar pembuatan biopori nantinya dapat berfungsi secara optimal sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana sekaligus mendukung pengembangan RTH berbasis lingkungan permukiman.
Kegiatan survei ini merupakan langkah awal sebelum pelaksanaan program kerja pembuatan biopori yang dirancang untuk meningkatkan daya resap air tanah, menjaga keseimbangan lingkungan, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi sederhana namun berdampak dalam upaya mitigasi bencana banjir di wilayah Kelurahan Rajabasa Raya.
Melalui kegiatan survei lokasi ini, mahasiswa KKN Universitas Lampung Kelurahan Rajabasa Raya 2 berharap program pembuatan biopori dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga RT 19 Lingkungan 2, dalam mendukung kesiapsiagaan bencana dan pengelolaan lingkungan berbasis RTH.
