
Bandar Lampung – Pada hari Sabtu, 10 Januari 2026, pukul 09.30 WIB, tim KKN Beringin Jaya melaksanakan pertemuan koordinasi kegiatan Posyandu dan PKK di Kelurahan Beringin Jaya. Pertemuan ini bertujuan untuk menjalin komunikasi dan sinkronisasi program antara pihak posyandu, PKK, dan mahasiswa KKN, sehingga seluruh kegiatan kesehatan, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat dapat terlaksana secara efektif dan terkoordinasi. Agenda utama pertemuan mencakup pembahasan data balita stunting, jadwal kegiatan posyandu, program kerja PKK, serta pengembangan fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk mendukung berbagai kegiatan masyarakat.

Pada pukul 09.30 WIB, tim KKN Beringin Jaya melakukan pertemuan dengan Ibu Firni, selaku Kepala Posyandu Beringin Jaya 1. Dalam kesempatan ini, dibahas data balita stunting di wilayah posyandu, yang tercatat sebanyak tiga anak. Ibu Firni menjelaskan bahwa kegiatan pemeriksaan dan penyuluhan direncanakan berlangsung pada tanggal 13. Pemeriksaan kesehatan di posyandu dibagi berdasarkan kelompok usia. Untuk balita, kegiatan meliputi pengukuran lingkar kepala, tinggi badan, dan berat badan, sedangkan untuk lansia mencakup pemeriksaan tekanan darah, gula darah, pendengaran, dan penglihatan. Penyuluhan biasanya dilaksanakan setelah pemeriksaan kesehatan, dengan media seperti banner atau poster agar informasi dapat tersampaikan secara jelas. Semua peserta dan petugas diharapkan hadir di lokasi sebelum pukul 08.00 WIB agar kegiatan dapat berjalan lancar dan tepat waktu.

Kunjungan ke Ketua PKK dilaksanakan pada pukul 14.30 WIB. Ketua PKK menjelaskan bahwa Kelompok Wanita Tani (KWT) telah berjalan selama kurang lebih lima bulan. Program kerja PKK terbagi dalam beberapa bidang, yaitu: pertemuan rutin dan koordinasi program, termasuk arisan per RT dan pengajian; pengolahan rumah tangga berupa kerajinan tangan yang memiliki nilai jual, seperti sulam dan rajut yang telah masuk ke dinas terkait; kegiatan pertanian dan pengolahan hasil pertanian; serta bidang kesehatan. Pertemuan rutin PKK biasanya diadakan pada minggu kedua setiap bulan, dan minggu depan direncanakan kegiatan pelaporan, koordinasi, serta arisan. Selain itu, kegiatan sosial berupa sumbangan sembako dan sayur-mayur dilakukan setiap bulan.
Adapun jadwal kegiatan rutin di lingkungan PKK adalah sebagai berikut: senam Prolanis setiap hari Jumat di kantor kelurahan; kegiatan sulam dan rajut pada hari Senin dan Sabtu di Lingkungan 1; sedangkan kegiatan KWT yang berfokus pada penanaman bibit dan pertanian dilakukan pada hari Selasa dan Jumat. Pemeriksaan kesehatan rutin, seperti pengukuran tensi, dilaksanakan setiap enam bulan sekali, dan seluruh kader PKK biasanya berkumpul pada hari Selasa atau Rabu. Program Body Safety juga dapat bekerja sama dengan SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak).
Terkait fasilitas, ruang terbuka hijau (RTH) masih terbatas, terutama alat permainan anak yang masih menggunakan pinjaman, seperti congklak dan permainan dari batok kelapa. Di area RTH juga terdapat ruang baca yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Untuk kegiatan pelatihan pembuatan konten UMKM, disarankan dilakukan di luar jadwal PKK dengan lokasi di RTH. Lomba masak-masak bisa dilaksanakan di kelurahan atau di RTH dengan edukasi tambahan untuk anak-anak, dan jika menggunakan juri dari luar, perlu anggaran. Bu Lurah memiliki kenalan chef dan sponsor seperti Nutrijell atau Turbo bisa dicari dengan proposal; hadiah juara 1 biasanya Rp100.000. Selain itu, untuk NIB bisa dikonsultasikan ke Kalpataru karena masih banyak yang belum memiliki. Lomba Isra’ Mi’raj disarankan diadakan malam hari dan bisa dicampur dengan bapak-bapak, sementara kegiatan untuk anak-anak bisa dilakukan pada Minggu pagi. Ruang diskusi terbuka juga dapat dibuat di lahan kosong RTH, dilengkapi dengan cermin cembung.

Pada pukul 17.00 WIB, tim KKN melakukan kunjungan dan observasi ke RTH Beringin Jaya. Observasi ini bertujuan untuk meninjau fasilitas yang tersedia, termasuk area bermain anak, ruang baca, dan potensi lahan kosong yang dapat digunakan untuk kegiatan edukatif maupun sosial. Tim juga mencatat beberapa kekurangan yang dapat menjadi bahan pertimbangan pengembangan, seperti keterbatasan alat permainan anak dan perlunya pengaturan ruang diskusi terbuka. RTH dipandang memiliki potensi besar untuk menjadi lokasi kegiatan KKN dan PKK yang melibatkan anak-anak maupun masyarakat secara umum.
