Bandar Lampung, 05 Agustus 2025 — Suasana di Balai Desa Sukarame II tampak semarak ketika derap langkah Ibu-ibu PKK memenuhi ruang pertemuan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung (KKN Unila) hadir dengan semangat berbagi ilmu melalui Workshop Pembuatan Karbol Sereh dan Pembuatan Batik Jumputan. Kegiatan bertajuk “Kreatif dan Produktif” ini menjadi wujud nyata sinergi kampus dan masyarakat dalam meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang ekonomi keluarga.
Pada sesi pertama, ibu-ibu PKK diajak mengenal sekaligus mempraktikkan cara membuat karbol sereh. Pembersih ramah lingkungan yang memanfaatkan minyak sereh. Aroma segar sereh segera memenuhi ruangan ketika adonan karbol selesai diaduk. Setiap ibu PKK pun membawa pulang satu botol hasil racikan mereka sendiri sebagai sampel produk rumah tangga sehat dan hemat biaya.


Memasuki sesi kedua, warna-warni kain batik jumputan memikat perhatian. Berbekal kain mori, karet, dan pewarna textil, para peserta belajar motif ikat-celup khas Nusantara. Sorak gembira mewarnai momen ketika kain dibuka, menampilkan pola unik dari batik jumputan. Teknik sederhana namun hasil artistik ini diharapkan dapat menjadi produk kreatif bernilai jual yang tinggi mulai dari taplak meja, horden, baju, dan hiasan dinding, sekaligus menambah pemasukan keluarga.


Koordinator Desa KKN Unila, Tegar Putra Arrasyid, menegaskan tujuan kegiatan: “Kami ingin membekali Ibu-ibu PKK dengan keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan di rumah maupun dikembangkan menjadi usaha mikro. Harapannya, ilmu yang diperoleh hari ini terus ditularkan ke warga lain.” Ketua PKK Desa Sukarame II, Ibu Diana Viviana, S.Pd, menyampaikan apresiasi: “Pelatihan ini sangat bermanfaat. Selain menambah wawasan dan keterampilan untuk ibu-ibu PKK Sukarame II”
Dengan bekal keterampilan baru, Ibu-ibu PKK Sukarame II siap melangkah lebih percaya diri: menjaga kebersihan rumah tangga dengan karbol sereh buatan sendiri, sekaligus mengubah kain putih menjadi karya seni penuh warna. Semangat ini diharapkan terus bergulir, melahirkan inovasi-inovasi lain dan memperkuat kemandirian ekonomi warga desa.



