

Kegiatan pendampingan UMKM ini difokuskan pada salah satu pelaku usaha yang bergerak di bidang kuliner, yaitu penjual pempek yang telah beroperasi sejak sebelum masa pandemi Covid-19. Usaha tersebut sebelumnya memiliki penghasilan yang relatif stabil, namun setelah pandemi berakhir terjadi penurunan pendapatan yang cukup signifikan. Kondisi ini mendorong perlunya upaya adaptasi pemasaran agar usaha tetap dapat bertahan dan berkembang.
Sebagai bentuk dukungan, kegiatan ini diarahkan pada pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Kami membantu pelaku UMKM tersebut dalam pembuatan akun TikTok yang khusus digunakan untuk usaha pempek yang dijalankan. Pendampingan dilakukan mulai dari penentuan nama akun, pengaturan profil usaha, hingga pengenalan fungsi dasar TikTok sebagai media pemasaran digital.
Selain pembuatan akun, pelaku UMKM juga dibimbing dalam membuat konten promosi yang sederhana namun menarik. Konten yang dibuat menampilkan proses pembuatan pempek, hasil produk, serta informasi harga dan pemesanan. Melalui konten visual tersebut, diharapkan produk pempek dapat lebih mudah menarik perhatian calon konsumen dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan usaha pempek yang mengalami penurunan penghasilan pascapandemi dapat kembali meningkatkan penjualan secara bertahap. Pemanfaatan TikTok sebagai media promosi diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya tarik produk di tengah persaingan usaha kuliner. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung keberlanjutan UMKM lokal melalui digitalisasi pemasaran.
