Bandar Lampung, 26 Januari 2026 – Dalam rangka mendukung edukasi lingkungan sejak dini, telah dilaksanakan kegiatan kunjungan ke Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Jauharotun Naqiyyah sebagai bentuk koordinasi sekaligus penyampaian izin pelaksanaan kegiatan sosialisasi ecobrick. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan pengelolaan sampah plastik yang ramah lingkungan kepada peserta didik.
Kunjungan tersebut dilakukan oleh tim pelaksana program dengan menemui pihak sekolah guna membahas rencana pelaksanaan sosialisasi ecobrick yang akan melibatkan siswa kelas 3, 4, 5, dan 6. Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah menyambut baik rencana kegiatan dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program edukasi lingkungan ini.
Pada kesempatan tersebut, tim pelaksana menyampaikan gambaran umum mengenai ecobrick, yaitu metode pemanfaatan sampah plastik dengan cara memasukkan potongan plastik ke dalam botol hingga padat sehingga dapat digunakan kembali sebagai bahan bangunan sederhana maupun media kreatif. Sosialisasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi pencemaran sampah plastik.
Selain penyampaian izin dan teknis kegiatan, tim juga memberikan informasi kepada pihak sekolah untuk diteruskan kepada para siswa agar mempersiapkan peralatan yang diperlukan pada hari pelaksanaan sosialisasi. Adapun peralatan yang diminta meliputi botol plastik bekas, sampah plastik bersih dan kering, serta gunting sebagai alat bantu dalam proses pembuatan ecobrick.
Melalui kegiatan sosialisasi ecobrick ini, diharapkan siswa MI Al Jauhrotun Naqiyyah dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Kegiatan kunjungan ini menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama antara tim pelaksana program dan pihak sekolah demi terciptanya generasi muda yang peduli lingkungan dan memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga bumi sejak usia dini.
