Tanjung Bintang, 6 Januari 2026 – Tim KKN Universitas Lampung kelompok Desa Serdang 2 yang beranggotakan 14 mahasiswa resmi memulai kegiatan pra-KKN dengan menghadiri opening ceremony di Balai Kecamatan Tanjung Bintang, Senin, 6 Januari 2026. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh Camat Tanjung Bintang, kepala desa se-kecamatan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta koordinator KKN.
Opening ceremony menjadi momen serah terima mahasiswa KKN dari pihak universitas kepada pemerintah kecamatan dan desa. Dalam sambutannya, Camat Tanjung Bintang memberikan arahan kepada mahasiswa untuk menjaga norma-norma sosial selama berada di tengah masyarakat. “Kalian adalah representasi kampus dan harus menjaga perilaku dengan baik. Perhatikan juga jam malam dan hormati adat istiadat setempat,” pesan Camat kepada seluruh peserta.
Acara di Balai Kecamatan yang beralamat di Jalan Budi Santoso No. 100, Jatibaru, Kecamatan Tanjung Bintang berlangsung hikmat. Setelah serah terima, masing-masing kelompok KKN diarahkan untuk segera mengunjungi balai desa tujuan guna berkoordinasi dengan aparat desa setempat.
Kunjungan ke Balai Desa Serdang

Tim KKN Desa Serdang 2 tiba di Balai Desa Serdang yang berlokasi di Jalan Raya Serdang, Kecamatan Tanjung Bintang sekitar pukul 10.30 WIB. Di balai desa, mahasiswa disambut hangat oleh Ibu Rini selaku Kepala Seksi Pemerintahan yang mewakili Kepala Desa Serdang, Supriyono, yang sedang berhalangan hadir.
“Kami sangat senang menyambut kedatangan mahasiswa KKN Unila. Semoga kehadiran kalian dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Serdang,” sambut Ibu Rini dengan ramah.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan, yakni untuk berkenalan sekaligus melakukan survei lapangan sebagai persiapan pelaksanaan KKN. Ibu Rini memberikan penjelasan mengenai kondisi umum Desa Serdang, potensi yang dimiliki, serta tantangan yang dihadapi masyarakat setempat.
Mengingat Desa Serdang memiliki wilayah yang cukup luas, sebanyak tiga kelompok KKN Unila ditempatkan di desa ini. Untuk efektivitas pelaksanaan program, Ibu Rini membagi wilayah kerja masing-masing kelompok. Tim KKN Serdang 2 mendapatkan wilayah tugas di Dusun 1B, 2A, 2B, dan PGI..
“Pembagian wilayah ini bertujuan agar setiap kelompok dapat fokus dan maksimal dalam melayani masyarakat di wilayahnya masing-masing,” jelas Ibu Rini.
Pertemuan berlangsung cair dengan perbincangan yang hangat. Mahasiswa berkesempatan menggali informasi lebih dalam mengenai profil desa, struktur pemerintahan, hingga kegiatan kemasyarakatan yang rutin dilaksanakan.
Pencarian Posko yang Strategis
Selepas kunjungan ke balai desa, sekitar pukul 13.00 WIB, tim KKN Serdang 2 langsung melakukan pencarian lokasi posko. Proses pencarian berlangsung cukup lama karena mahasiswa mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari aksesibilitas, kedekatan dengan masyarakat, hingga kelengkapan fasilitas pendukung.
Setelah menelusuri sejumlah lokasi potensial, tim akhirnya menemukan posko yang ideal di Dusun 2B, Jalan Raya Serdang. Posko yang merupakan rumah milik Bapak Edi ini dinilai sangat strategis karena beberapa alasan.
“Lokasi posko ini sangat mendukung untuk kegiatan KKN kami. Rumahnya luas dengan halaman yang lapang, sehingga bisa digunakan untuk berbagai kegiatan. Letaknya juga tidak jauh dari balai desa dan dikelilingi oleh pemukiman warga, sehingga memudahkan kami untuk berinteraksi dengan masyarakat,” ungkap salah satu anggota tim.
Keberadaan tiga taman kanak-kanak (TK) di sekitar posko juga menjadi nilai tambah, mengingat pendidikan anak usia dini bisa menjadi salah satu fokus program kerja. Selain itu, akses menuju warung dan fasilitas umum lainnya juga terbilang mudah, meskipun tetap memerlukan kendaraan bermotor untuk mobilitas yang lebih efisien.
Dengan ditemukannya posko yang strategis ini, tim KKN Serdang 2 semakin siap untuk melaksanakan program kerja yang telah dirancang. Posko tidak hanya akan berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat koordinasi dan pelaksanaan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini berjalan lancar. Kami sudah diterima dengan baik oleh pihak desa dan menemukan posko yang tepat. Tinggal persiapan akhir sebelum kami resmi memulai KKN pada 8 Januari nanti,” pungkas koordinator kelompok dengan penuh semangat.
Kegiatan pra-KKN ini menandai dimulainya hubungan kolaboratif antara mahasiswa KKN Unila dengan masyarakat dan pemerintah Desa Serdang. Dengan modal semangat, persiapan matang, dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan KKN kali ini dapat menghasilkan program-program yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi kemajuan Desa Serdang.

