
Bandar Lampung, 16 – Januari 2026, Kebersihan lingkungan merupakan salah satu cerrminan dari adanya kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Dengan menyadari pentingnya hal tersebut. Mahasiswa KKN UNILA telah menginisiai “Optimalisasi Kebersihan Lingkungan” yang memiliki fokus pada wilayah 2. Dalam Program ini bukan sekedar kegitan pembersihan yang dilakukan secara fisik. Melainkan, sebuah kegiatan dalam upaya untuk menghidupkan kembali akar budaya bangsa yaitu kegiatan gotong royong. Melalui semangat kebersamaan yang dibangun antara Mahasiswa KKN Universitas Lampung dan Masyarakat Kelurahan Perwata 2 memulai kegiatan ini dengan membersihkan beberapa titik – titik yang telah menjadi kosentrasi tumpukan sampah dan drainasse yang telah tersumbat. Mahaswa KKN Unila mengambil tindakan sebagai penggerak. Namun, kekuatan utama dari adanya kegiatan ini adalah sinergi yang luar biasa dari masyarakat setempat. Dalan kegiatan ini baik mahasiswa maupun masyarakat saling membantu satu sama lain dalam membersihkan selokan, menyapu jalanan.
Dengan adanya pendekatan yang di ambil oleh mahasiswa KKN Universitas Lampung melalui pendekatan persuasif dan edukatif. Sambil bekerja para mahasisw membentuk hubugnan dengan para masyarakat setempat mengenai pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga dan efek jangka panjang dari saluran air yang bersih, terutama dalm mencegah bencana banjur dan penyakit di musim penghujan.Dengan adanya budaya gotong royonh yang mungkin sempat meredup karena kesibukan masing – masing. Kembali hadir dengan adanya gelak tawa dan diskusi ringan di sela – sela kegiatan kerja bakti berlangsung yang telah menjadi bukti bahwa kegiatan ini telah berhasil mempererat tali silahturahmi antar warga serta antara warga dan mahasiswa.

Dengan adanya kegiatan gotong royong dapat memberikan hasil yang nyata bagi 2ilayah lingkungan 2 kelurahan perwata yang tampil lebih bersih, rapih, dan nyaman untuk dipandang saja Namun, dengan adanya kegiatan ini bukanlah sebuah pencapaian terbesar dari laporan jumlah karung sampah yang terkumpul. Melainkan adanya kesadaran kolektif yang berhasil dibangun.
