
Bandar Lampung, 05 Februari 2026. Memasuki minggu keempat masa pengabdian masyarakat, mahasiswa KKN Universitas Lampung memiliki fokus pada pembenahan fasilitas umum melalui kegiatan gotong royong di Area Tempat Pemakaman Umum. Kegiatan ini dilakukan bersama warga setempat untuk menciptakan lingkungan area pemakaman yang lebih bersih, dan nyaman dipandang. Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap tempat peristirahatan terakhir, aksi fisik yang dilakukan juga memiliki tujuan untuk mempererat tali silahturahmi dan menumbuhkan kembali semangat kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat di Kelurahan Perwata dalam menjaga keasrian lingkungan sekitar.
Dengan seiring berjalannya upaya pembenahan aktivitas fisik, mahasiswa KKN Unila Di desa Perwata 2 juga telah melaksanakan program penguatan data wilayah melalui pemasangan peta administrasi Kelurahan Perwata 2. Peta tersebut juga telah dirancang secara detail dalam memberikan informasi mengenai letak geografis yang akurat mengenai batas – batas wilayah, letak fasilitass umum,Pembagian letak posyandu hingga pembagian Lingkungan RT / RW. Dalam pemasangan peta yang telah meletakkan titik strategis Perwata diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi perangkat desa maupun masyarakat umum dalam mengakses informasi mengenai wilayah sekaligus menjadi aset inventaris yang mampu memberikan dukungan mengenai tata kelola administrasi yang lebih modern dan transparan.

Tidak hanya berfokus pada pengembangan secara infrastruktur, Mahasiswa KKN Unila juga membawa inovasi dalam tempo yang panjang melalui edukasi dan pemberian bantuan budidaya maggot Black Soldier Fly ( BSF ) kepada masyarakat. Program ini telah hadir sebagai solusi cerdas dalam mengatasi permasalahan sampah organik di tingkat rumah tangga sekaligus mampu membuka peluang perekonomian yang baru bagi masyarakat. Dimana maggot juga dipilih karena memiliki kemampuan dalam mengurai sampah organik sementara itu, larva dihasilkan mampu memberikan hasil dan dapat dimanfaatkan atau dijual sebagai pakan ternak berkualitas tinggi. Melalui demonstrasi langsung masyarakat juga telah diajarkan cara pengelolaan wadah budidaya hingga proses panen yang efisien.

Dalam rangkaian kegiatan di kamis minggu keempat ini ditutp dengan apresiasi positif. Melalui kolaborasi antara aksi gotong royong, penyediaan peta administrasi dan pengenalan budidaya maggot dapat menciptakan dampak yang komprehensif. Mahasiswa KKN UNILA juga berharap kepada seluruh program yang telah diinisiasi ini tidak hanya menjadi agenda sesaatm tetapi dapat dilanjutkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyaakat di Kelurahan Perwata guna mewujudkan kelurahan ang lebih tertata dan memberikan daya saing yang baik di bidang perekonomian.
