
Bandar Lampung, 12 Januari 2026, Kegiatan lokakarya KKN diawali dengan sambutan dari ketua pelaksana, dilanjutkan sambutan Kepala Desa Rulung Sari. Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan pesan agar mahasiswa KKN senantiasa menjaga ketertiban dan kenyamanan selama berada di desa. Program KKN diharapkan dapat disesuaikan dengan potensi desa yang ada serta mampu menghasilkan tindak lanjut nyata, khususnya dalam memberikan masukan dan kontribusi positif bagi masyarakat dan perangkat desa.
Selanjutnya dipaparkan berbagai rencana dan gagasan program kerja KKN, antara lain sosialisasi cuci tangan dan pencegahan bullying, sosialisasi Internet of Things (IoT), serta sosialisasi pencegahan stunting. Disampaikan bahwa program stunting di desa sebenarnya sudah berjalan dan cukup dipahami oleh masyarakat yang aktif mengikuti posyandu, sehingga diharapkan kegiatan KKN dapat memperkuat dan mengoptimalkan program tersebut agar lebih berkelanjutan.
Program lain yang dibahas meliputi kegiatan layar tancap sebagai sarana hiburan dan edukasi masyarakat, pembuatan peta desa yang lebih detail dan tidak bersifat global, dengan harapan setiap gang dapat diberi penamaan yang jelas. Selain itu, direncanakan pelatihan dan pengembangan budidaya maggot, di mana permasalahan utama saat ini adalah pengelolaan sampah dan pemasaran hasil budidaya yang belum berjalan optimal, khususnya di Dusun 1. Diharapkan mahasiswa dapat membantu pengembangan dengan terjun langsung ke lapangan.
Dalam bidang kesehatan, dibahas pula program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) yang telah tercatat di aplikasi Apilar. Namun, masih terdapat dua pilar yang belum tercapai, yaitu pilar keempat terkait pengelolaan dan pembuangan sampah serta pilar kelima mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Program KKN diharapkan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan desa untuk mendukung pencapaian kedua pilar tersebut.
Sebagai program tambahan, disepakati rencana pembuatan website desa sebagai media informasi dan edukasi masyarakat. Untuk pelaksanaannya, mahasiswa diharapkan dapat berdiskusi dan berkoordinasi langsung dengan Sekretaris Desa. Selain itu, ditekankan pentingnya memahami teknis pelaksanaan kegiatan serta mengetahui koordinator desa agar program berjalan dengan baik.
Dari sektor pertanian, disampaikan bahwa mayoritas masyarakat berprofesi sebagai petani dan memiliki kelompok tani. Masyarakat terbuka untuk menerima program edukasi pertanian. Kelompok Wanita Tani (KWT) di desa berjumlah dua kelompok dan memiliki dua greenhouse yang saat ini belum aktif dan membutuhkan pendampingan serta pengetahuan tambahan. Beberapa inovasi yang telah berkembang di desa antara lain pembuatan ecoenzym yang mulai diproduksi sejak tahun 2021, pemanfaatannya untuk kebutuhan sehari-hari, serta penerapan ilmu biosaka. Saat ini, KWT juga sedang mengembangkan akuaponik dan budidaya sayuran.
Terakhir, disampaikan bahwa mahasiswa KKN diharapkan aktif berkomunikasi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat desa. Untuk kegiatan pertanian dan KWT, mahasiswa dapat berkoordinasi dengan Bapak Riyan. Pengembangan agrowisata juga menjadi salah satu harapan besar desa yang diharapkan dapat didukung melalui program KKN.
