Bandar Lampung – Siapa bilang gotong royong harus pakai cangkul dan sapu lidi doang? Mahasiswa KKN bersama warga Kecamatan Tanjung Senang membuktikan bahwa semangat bergotong royong bisa naik level dengan menghadirkan mobil excavator dalam aksi bersih-bersih lingkungan mereka yang kedua kalinya.
Kegiatan gotong royong yang dilaksanakan kemarin ini merupakan kelanjutan dari aksi sebelumnya. Jika sehari sebelumnya para mahasiswa dan warga sibuk membersihkan serta merapikan peralatan gotong royong, kali ini mereka langsung terjun ke lapangan dengan strategi berbeda: mendatangkan alat berat!
“Kemarin kita bersih-bersih pakai alat sederhana dulu, hari ini langsung eksekusi besar-besaran. Soalnya ada sampah dan benda-benda berat yang mustahil diangkat pakai tangan,” ujar salah seorang mahasiswa KKN sambil menyeka keringat.
Kehadiran eskavator dalam gotong royong kali ini menjadi magnet perhatian warga. Anak-anak hingga orang tua berdatangan menyaksikan aksi alat berat tersebut mengangkut tumpukan sampah dan material berat yang selama ini menjadi masalah di lingkungan mereka.
Kolaborasi antara teknologi modern dan semangat tradisional gotong royong ini terbukti efektif. Dalam waktu singkat, area yang sebelumnya kumuh dan penuh sampah berubah menjadi bersih dan rapi. Para warga pun tak tinggal diam, mereka tetap bekerja sama membersihkan area-area yang tidak bisa dijangkau excavator.
Aksi gotong royong berteknologi ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain bahwa menjaga kebersihan lingkungan tidak harus dengan cara konvensional, namun bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lapangan.
