Beberapa Mahasiswa KKN Kelompok 2 Kelurahan Tanjung Agung berkesempatan hadir dalam agenda krusial kesehatan tingkat kelurahan, yaitu Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) Tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema besar “Intervensi Pemberdayaan Masyarakat Berdasarkan Siklus Hidup di Pustu dan Unit Pelayanan Kesehatan Kelurahan (UPKK)”. Pertemuan yang berlangsung di aula kelurahan ini dihadiri oleh Plt. Kepala UPT Puskesmas Kampung Sawah, perangkat kelurahan termasuk Pak Lurah dan Ibu ketua PKK, kepala lingkungan, para rt, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta ibu-ibu kader kesehatan.
Dalam pemaparannya, pihak Puskesmas menjelaskan bahwa penguatan upaya preventif kesehatan primer kini difokuskan pada tiga program utama. Karena di wilayah Kampung Sawah tidak terdapat Pustu, maka optimalisasi peran Poskeskel dan Posyandu menjadi ujung tombak. Salah satu terobosan yang dibahas adalah penerapan Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer). Dengan sistem ini, pelayanan kesehatan untuk ibu, anak, hingga lansia dilakukan dalam satu waktu dan satu tempat, sehingga lebih efisien bagi warga.
Data pendukung untuk musyawarah ini berasal dari Survei Mawas Diri (SMD) yang telah dilakukan sejak awal Desember terhadap 111 responden mencakup survey jumlah bayi, balita serta ibu hamil, pengelolaan sampah tumah tangga, kelayakan kondisi rumah termasuk kondisi ventilasi dan jamban, serta keluarga yang memiliki penyakit menular maupun tidak menular.
Setelah pemaparan hasil survei SMD selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang sangat interaktif antara warga dengan Plt. Kepala UPT Puskesmas Kampung Sawah. Sesi ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan keluhan serta kendala kesehatan yang selama ini dirasakan di lapangan. Tujuannya bukan sekadar mendengar laporan, tetapi untuk menyamakan pemahaman serta berdiskusi mencari solusi tepat bagi permasalahan kesehatan yang ada di Kelurahan Tanjung AgungHasil survey ini dipaparkan untuk nantinya dijadikan bahan evaluasi serta diskusi untuk peningkatan fasilitas kesehatan kedepannya.
Salah satu hal penting yang ditekankan adalah komitmen petugas dan kader untuk melakukan tindakan sweeping atau kunjungan rumah guna memastikan warga yang berhalangan hadir tetap terpantau kesehatannya. Bagi kami mahasiswa KKN, MMK ini membuktikan bahwa sinergi dan komunikasi dua arah antara warga dan penyedia layanan kesehatan adalah kunci utama keberhasilan program kesehatan di kelurahan.

