Gedong Tataan, 20 Januari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Stop Bullying yang diselenggarakan di SD Negeri 27 Gedong Tataan, dengan sasaran utama siswa kelas V dan VI. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya bullying serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Dalam kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah—seperti bullying verbal, fisik, dan sosial—serta dampak negatif yang dapat dirasakan oleh korban. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa, disertai dengan diskusi dan tanya jawab yang mendorong siswa untuk berani mengemukakan pendapat.

Sebagai inovasi kegiatan, mahasiswa KKN juga menghadirkan Pojok Curhat yang dikemas secara kreatif dan ramah anak. Pojok Curhat ini menggunakan media papan sterofoam yang ditempeli sticky notes, di mana siswa kelas V dan VI diajak untuk menuliskan pengalaman, perasaan, atau pendapat mereka terkait bullying di lingkungan sekolah. Dengan metode ini, siswa dapat menyampaikan curhatan secara tertulis tanpa harus menyebutkan identitas, sehingga mereka merasa lebih aman dan nyaman untuk berbagi.


Sticky notes yang telah ditulisi kemudian ditempelkan pada papan Pojok Curhat sebagai bentuk ekspresi dan refleksi bersama. Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk menyadari bahwa pengalaman mereka mungkin juga dialami oleh teman lainnya, sekaligus menumbuhkan rasa empati dan kepedulian antar sesama. Mahasiswa KKN berperan dalam mendampingi siswa selama kegiatan, memberikan penguatan positif, serta memastikan suasana tetap kondusif dan suportif.
Melalui kegiatan Sosialisasi Stop Bullying dan Pojok Curhat ini, mahasiswa KKN berharap siswa kelas V dan VI SD Negeri 27 Gedong Tataan dapat lebih memahami pentingnya bersikap saling menghargai, berani menolak tindakan perundungan, serta mengetahui bahwa mereka memiliki ruang aman untuk menyampaikan perasaan dan pengalaman. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam upaya pencegahan bullying secara berkelanjutan di lingkungan sekolah

