Bandar Lampung — Pada 24 Januari 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelurahan Kuripan 2 Universitas Lampung melaksanakan tiga program kerja utama yang berfokus pada kesehatan keluarga, penguatan ekonomi lokal, dan kebugaran masyarakat, yaitu Apotek Hidup (TOGA – Tanaman Obat Keluarga), DIGIKU (Digitalisasi Giat Kuripan) untuk UMKM, serta GERCEPAN (Gerak Ceria Ibu Kuripan) bersama ibu-ibu RT 06.
Program Apotek Hidup dilaksanakan di halaman sekitar wilayah Kelurahan Kuripan dengan menanam dan menata berbagai tanaman obat keluarga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui pemanfaatan tanaman herbal yang telah terbukti secara empiris dan medis sebagai penunjang pengobatan ringan dan pencegahan penyakit. Model TOGA merupakan bagian dari strategi promosi kesehatan berbasis keluarga yang dikembangkan Kementerian Kesehatan karena mampu menurunkan ketergantungan pada obat kimia untuk keluhan ringan serta meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
Pada hari yang sama, mahasiswa KKN juga menjalankan Program DIGIKU UMKM (Digitalisasi Giat Kuripan) yang menyasar pelaku usaha mikro di Kelurahan Kuripan. Melalui program ini, mahasiswa memberikan pendampingan awal terkait penggunaan media digital untuk promosi usaha, pengenalan platform daring, serta pentingnya identitas visual dan pencatatan sederhana. Digitalisasi UMKM terbukti meningkatkan jangkauan pasar, efisiensi usaha, dan daya saing, khususnya bagi usaha kecil di wilayah perkotaan.
Selain itu, mahasiswa KKN melaksanakan Program GERCEPAN berupa kegiatan senam bersama ibu-ibu RT 06 sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup aktif dan sehat. Aktivitas fisik rutin, terutama pada kelompok usia dewasa dan ibu rumah tangga, terbukti menurunkan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung, sekaligus memperkuat kohesi sosial di lingkungan permukiman.
Dampak awal dari rangkaian kegiatan ini terlihat dari meningkatnya keterlibatan warga dalam kegiatan kesehatan dan ekonomi. Apotek hidup mulai dimanfaatkan sebagai sumber obat alami keluarga, pelaku UMKM menunjukkan minat untuk mulai memanfaatkan media digital dalam usahanya, dan ibu-ibu RT 06 semakin aktif mengikuti kegiatan kebugaran bersama. Kombinasi tiga program ini mencerminkan pendekatan KKN yang tidak parsial, melainkan menyentuh dimensi kesehatan, ekonomi, dan sosial secara terintegrasi.



