
Teluk Betung Utara, Bandar Lampung — Mahasiswa KKN Pengajaran 2 Kecamatan Teluk Betung Utara melanjutkan proses pembuatan insinerator minim asap sebagai upaya mendukung pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan di masyarakat. Kegiatan lanjutan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari tahap perencanaan dan pengenalan alat kepada warga setempat.
Pada tahap lanjutan ini, mahasiswa fokus pada proses perakitan badan insinerator, pemasangan ruang pembakaran, serta penyesuaian sistem ventilasi udara untuk mengurangi asap hasil pembakaran. Insinerator dirancang menggunakan bahan yang mudah diperoleh, sehingga dapat direplikasi oleh masyarakat secara mandiri.
Selain proses teknis, mahasiswa juga melakukan pengujian awal fungsi alat dengan membakar sampah organik dan non-organik dalam jumlah terbatas. Hasil uji coba menunjukkan bahwa insinerator mampu mengurangi volume sampah secara signifikan dengan asap yang relatif minim dibandingkan pembakaran terbuka.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai dapat menjadi solusi alternatif dalam mengatasi permasalahan penumpukan sampah rumah tangga. Melalui program ini, mahasiswa berharap insinerator minim asap dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan serta meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang sehat dan ramah lingkungan.
Ke depan, mahasiswa KKN Pengajaran 2 juga berencana melakukan sosialisasi penggunaan insinerator serta memberikan edukasi terkait pemilahan sampah kepada masyarakat agar alat dapat digunakan secara optimal dan aman.
