
Sukarame II – Mengawali pekan pertama pengabdian, kelompok mahasiswa KKN Sukarame II melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Kelurahan Sukarame II pada Senin (12/1). Pertemuan ini bertujuan untuk memaparkan rencana program kerja (proker) sekaligus menyelaraskan langkah dengan Bapak Lurah demi memastikan program yang diusung tepat sasaran bagi masyarakat setempat.
Dalam diskusi hangat tersebut, isu kesehatan dan sosial menjadi prioritas utama. Mahasiswa berkomitmen membantu pihak kelurahan dalam melakukan pendataan anak berisiko stunting secara berkelompok guna memudahkan intervensi target. Selain itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap isu kekerasan, mahasiswa akan memasang banner edukasi mengenai pencegahan pembulian dan pelecehan di tingkat SD serta lokasi rawan kekerasan terhadap ibu dan anak. Di sisi lain, mengingat kondisi geografis wilayah, mahasiswa juga merencanakan inovasi berupa pembuatan alat pendeteksi dini longsor sebagai bagian dari mitigasi bencana.
Tak hanya fokus pada isu besar, program pemberdayaan ekonomi kreatif dan lingkungan juga turut dibahas. Rencana pembuatan sabun cuci piring, gerakan menanam sayuran, hingga pengolahan kompos akan menjadi agenda rutin bersama warga. Untuk infrastruktur lingkungan, mahasiswa akan melakukan pengadaan papan plang jalan serta perbaikan penerangan jalan umum yang dinilai masih minim di beberapa titik. Seluruh rencana kegiatan ini nantinya akan dipaparkan secara transparan kepada masyarakat melalui brosur edukasi yang akan dibagikan ke seluruh 23 RT di Kelurahan Sukarame II.
Sebagai langkah konkret terdekat, mahasiswa akan mulai terlibat aktif dalam kegiatan Posyandu yang rutin dilaksanakan setiap Senin dan Rabu untuk memberikan edukasi langsung kepada warga. Koordinasi tingkat bawah juga diperkuat melalui rencana rapat bersama para Ketua RT serta audiensi dengan Babinsa di 3 lingkungan setempat. Selain agenda rutin, mahasiswa juga menjadwalkan kunjungan sosial ke rumah warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) serta melakukan pengecekan validitas penerima bantuan beasiswa agar bantuan pemerintah lebih tepat sasaran.
Guna mendukung pelayanan publik, mahasiswa juga akan melaksanakan piket di kantor kelurahan untuk membantu warga yang mengalami kendala dalam administrasi bantuan sosial. Seluruh rangkaian kegiatan ini akan didokumentasikan secara tertib, mulai dari penyebaran undangan resmi hingga absensi kehadiran di setiap pertemuan warga, guna memastikan akuntabilitas program KKN selama satu bulan ke depan.
