Bandar Lampung, 11 Agustus 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung yang ditempatkan di Kelurahan Way Halim Permai ikut berpartisipasi dalam kegiatan pengecekan dan survei lapangan terhadap sejumlah titik jalan rusak. Kegiatan ini dilaksanakan bersama staf kelurahan sebagai bagian dari program persiapan perbaikan infrastruktur jalan yang direncanakan pada waktu mendatang.
Survei dimulai pada sore hari dengan titik berkumpul di kantor kelurahan. Staf kelurahan bersama mahasiswa KKN mempersiapkan perlengkapan survei seperti kamera dan buku catatan. Tujuannya adalah untuk mendokumentasikan kondisi terkini jalan-jalan yang mengalami kerusakan dan mencatat informasi pendukung yang akan digunakan sebagai bahan laporan resmi ke pihak terkait.
Menurut staf kelurahan, kegiatan ini merupakan langkah awal sebelum pengajuan proposal perbaikan jalan ke pemerintah kota. “Survei ini penting untuk memastikan data yang kami kirimkan akurat, lengkap, dan sesuai kondisi di lapangan. Dengan dokumentasi yang baik, proses pengajuan anggaran dan pelaksanaan perbaikan dapat berjalan lebih lancar,” ujar Ibu Sri, salah satu petugas yang memimpin kegiatan.
Mahasiswa KKN terlihat aktif membantu, mulai dari mencatat detail kondisi jalan dan mengambil foto dokumentas. Mereka juga ikut berdiskusi dengan warga sekitar untuk mendapatkan informasi tambahan, seperti berapa lama kerusakan yang terjadi, penyebabnya, dan dampak yang dirasakan masyarakat.
Beberapa titik jalan yang disurvei menunjukkan kerusakan yang cukup parah, seperti permukaan aspal yang terkelupas, lubang besar, dan reservoir udara yang sulit surut saat hujan. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kelancaran transportasi, namun juga berpotensi membahayakan pengendara, terutama pada malam hari.

Salah seorang mahasiswa KKN, Muhammad Putra Ramadhan, mengatakan bahwa pengalaman terjun langsung ke lapangan membuat mereka lebih memahami pentingnya infrastruktur bagi kehidupan masyarakat. “Selama ini kami hanya melihat jalan rusak dari sudut pandang pengguna, tapi setelah ikut survei, kami tahu bahwa proses perbaikannya membutuhkan data yang detail dan prosedur yang jelas,” ujarnya.
Kegiatan survei juga menjadi ajang kolaborasi antara mahasiswa dan aparat kelurahan. Mahasiswa yang memiliki latar belakang di bidang teknik sipil, geografi, atau lingkungan, misalnya, dapat memberikan masukan teknis seperti perkiraan tingkat kerusakan atau alternatif perbaikan yang sesuai. Sementara itu, staf kelurahan memberikan penjelasan terkait prosedur administrasi dan koordinasi dengan instansi pemerintah.
Selain mencatat kerusakan fisik, tim juga memperhatikan faktor pendukung seperti sistem drainase, kondisi bahu jalan, dan keberadaan rambu lalu lintas. Hal ini penting karena kerusakan jalan seringkali terkait dengan faktor-faktor tersebut. Misalnya, saluran udara yang tersumbat dapat menyebabkan menggenangnya udara dan mempercepat kerusakan permukaan jalan.
Kegiatan pengawasan berjalan lancar , mencakup beberapa ruas jalan utama dan jalan lingkungan. Meski cuaca cukup terik, semangat tim tetap tinggi karena semua pihak menyadari pentingnya kegiatan ini demi kelancaran rencana perbaikan.
Setelah survei selesai, langkah berikutnya adalah penyusunan dan pengajuan laporan ke pemerintah kota. Proses ini biasanya memakan waktu, namun dengan data yang lengkap dan akurat, proposal yang diharapkan dapat segera disetujui. Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa KKN bukan hanya sekedar kegiatan akademik, tetapi juga wadah pembelajaran sosial yang mempertemukan teori dengan praktik. Melalui keterlibatan langsung, mahasiswa dapat memahami dinamika pembangunan di tingkat kelurahan serta pentingnya kerja sama antara masyarakat, aparat, dan pihak akademisi.
Dengan dukungan semua pihak, harapannya kondisi jalan di Way Halim Permai dapat segera diperbaiki, sehingga mobilitas warga menjadi lebih aman dan nyaman. Survei yang dilakukan hari ini merupakan langkah awal yang signifikan menuju terciptanya infrastruktur yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.
