Bandar Lampung, 12 Januari 2026 – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pencegahan stunting di Kelurahan Gedong Air. Kegiatan ini memiliki bertujuan untuk memberikan edukasi mendalam mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Melalui pemaparan yang interaktif, mahasiswa menekankan bahwa pencegahan stunting merupakan langkah krusial untuk memastikan tumbuh kembang anak yang optimal dan mencegah dampak jangka panjang terhadap kecerdasan serta kesehatan fisik anak.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan materi teori, tetapi juga melakukan pendataan intensif terhadap ibu hamil dan balita yang masuk dalam kategori rawan stunting di wilayah tersebut. Proses pendataan ini dilakukan secara teliti untuk mengidentifikasi keluarga yang memerlukan perhatian khusus, baik dari segi asupan nutrisi maupun kondisi lingkungan tempat tinggal. Data yang terkumpul nantinya diharapkan dapat menjadi acuan bagi perangkat kelurahan maupun tenaga kesehatan setempat dalam mengambil tindakan preventif yang lebih tepat sasaran di masa mendatang.
Partisipasi aktif dari ibu-ibu di Kelurahan Gedong Air menjadi kunci keberhasilan acara ini. Selama sesi diskusi, banyak peserta yang berkonsultasi mengenai pola makan anak dan cara mengolah bahan pangan lokal menjadi menu sehat yang terjangkau.
Para mahasiswa memberikan solusi praktis terkait pemanfaatan gizi yang ada di sekitar rumah guna memastikan anak-anak mendapatkan asupan protein dan vitamin yang cukup. Semangat gotong royong antara mahasiswa dan warga terlihat jelas dalam upaya menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat dan bebas dari ancaman stunting.
Kegiatan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus memantau perkembangan kesehatan ibu dan anak di lingkungan Kelurahan Gedong Air. Mahasiswa KKN Unila berharap melalui sosialisasi dan pendataan ini, kesadaran masyarakat mengenai pola hidup sehat akan semakin meningkat. Sinergi yang terjalin antara akademisi dan warga ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menurunkan angka stunting, sekaligus memperkuat sistem pendukung kesehatan berbasis masyarakat di tingkat kelurahan.
